“Mereka harus mampu mengembangkan penelitian yang inovatif. Yaitu tugas penelitian yang akan di lakukan oleh mahasiswa, baik tugas struktur maupun tesis semua itu harus menyajikan yang inovatif. Baik penelitian library, research, maupun penelitian lapangan. Jadi dapat memperlihatkan bagaimana kita berinovasi,” kata Sumanta kepada FC.
Selain itu tambahnya, ada variabel lain yang menjadi misi IAIN Syekh Nurjati Cirebon. Karena mereka belajar di perguruan tinggi Negeri Islam, maka mahasiswa harus mampu mentransformasikan nilai-nilai keislaman baik dalam kehidupan keluarga, masyarakat, dan bernegara.
Sumanta melanjutkan, di kampus ini juga mempunyai program standar bahasa, yaitu Toefl (Inggris) dan Toafl (Arab) yang harus di tempuh setiap mahasiswa program pascasarjana IAIN Syekh Nurjati Cirebon. Toefl (Inggris) ini memang standar umum program pasrasarjana di setiap perguruan tinggi di Indonesia.
Sedangkan Toafl (Arab) adalah standar bahasa yang hanya ada di Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) dan tidak di miliki perguruan tinggi umum.
“Toefl itu keniscayaan yang menjadi standar kemampuan bahasa di setiap program pascasarjana di perguruan tinggi. Tapi ada yang tidak di miliki perguruan tinggi umum, yaitu Toafl. Toafl ini hanya ada di setiap Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN), karena itu menjadi misi keislaman, basic nya bahasa Arab dan menjadi keniscayaan bagi mahasiswa IAIN Syekh Nur Jati Cirebon,” ungkap Sumanta. (Indah)













































































































Discussion about this post