KUNINGAN, (FC).- Hujan deras berintensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Kuningan memicu banjir di sejumlah desa, Rabu (12/2) malam.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kuningan mencatat tiga desa terdampak utama, dengan hampir 100 rumah terendam dan sebagian mengalami kerusakan ringan hingga sedang.
Kepala BPBD Kuningan, Indra Bayu Permana atau akrab disapa Ibe, menyebut laporan banjir pertama kali masuk dari Desa Andamui Kecamatan Ciwaru, Desa Cisaat Kecamatan Cibingbin, dan Desa Baok Kecamatan Ciwaru.
Selain itu, limpasan air juga sempat terjadi di Desa Cibeureum dan Tarikolot serta wilayah Desa Cibingbin, meski genangan tidak berlangsung lama.
“Hujan semalam intensitasnya deras dan durasinya cukup lama. Sekitar pukul 20.00 WIB kami langsung turun ke lokasi bersama tim dan penanganan dibagi menjadi dua regu,” kata Ibe saat ditemui di Kolam Renang Cigugur, Kamis (13/2).
Di Desa Andamui, banjir merendam dua dusun dengan ketinggian air berkisar antara 30 hingga 80 sentimeter. Genangan berlangsung sekitar satu jam sebelum surut.
Selain merendam permukiman warga, banjir juga menyebabkan kerusakan rumah dengan kategori ringan dan sedang.
“Di Andamui hampir 100 rumah terendam. Saat tim tiba, warga sudah melakukan pembersihan dan kondisinya hampir rampung,” ujarnya.
Sementara di Desa Cisaat dan wilayah Cibingbin, luapan Sungai Cikaro memicu genangan di sejumlah rumah. Petugas BPBD bersama unsur gabungan langsung melakukan pembersihan lingkungan dan membantu penanganan darurat.
Di Dusun Seming, Desa Baok, Kecamatan Ciwaru, proses penanganan juga telah selesai saat petugas tiba di lokasi.
BPBD Kuningan mencatat dalam 24 jam terakhir terjadi 11 titik kejadian bencana. Selain banjir di tiga desa, peristiwa lain meliputi pohon tumbang dan longsor di Desa Cimulya, Bagawat, Dukuhmaja, Cipedes, Linggaindah, serta beberapa wilayah lainnya.
“Tidak ada korban jiwa maupun luka-luka. Kerusakan yang ada didominasi kategori ringan dan sedang. Saat ini tim masih melakukan asesmen lanjutan di lapangan,” tegasnya.
BPBD juga menerima informasi dari pemerintah provinsi dan BMKG terkait pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di wilayah Kuningan dan Cirebon untuk mengantisipasi risiko cuaca ekstrem.
Masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan karena potensi hujan sedang hingga lebat masih dapat terjadi. (Angga)











































































































Discussion about this post