INDRAMAYU, (FC).- Video balita terlindas mobil pengangkut program Makan Bergizi Gratis (MBG) viral di media sosial.
Peristiwa tersebut terjadi di halaman Yayasan MI Al Itihad Blok Margunah, Desa Dukuh Jati, Kecamatan Krangkeng, Kabupaten Indramayu.
Balita berusia 3 tahun berinisial AZH dilaporkan selamat dalam kejadian tersebut.
Berdasarkan hasil pemeriksaan medis, korban hanya mengalami kondisi syok ringan tanpa luka serius dan kini telah kembali beraktivitas seperti biasa.
Pemilik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) An-Nur, KH Farid Ashr Wadhr, menjelaskan bahwa informasi yang beredar di media sosial tidak sepenuhnya sesuai dengan fakta di lapangan.
Ia menyebut, insiden bermula saat korban bermain di sekitar kendaraan tanpa sepengetahuan sopir.
“Jadi kejadian yang asli ini sekaligus klarifikasi dari yang beredar di media sosial. Ada anak kecil yang sedang bermain di belakang ban mobil. Sopir angkutan MBG tidak mengetahui keberadaan anak tersebut, lalu kendaraan berjalan. Warga sekitar kemudian berteriak sehingga seolah-olah terjadi kecelakaan,” jelasnya, Sabtu (11/4)
Farid menyampaikan, setelah kejadian itu korban langsung dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan pemeriksaan menyeluruh yang disaksikan pihak kepolisian dan pemerintah kecamatan.
“Setelah dicek di rumah sakit oleh dokter, tidak ada yang patah, tidak ada luka serius. Anak itu hanya sempat gemetar, dan sekarang sudah kembali bermain seperti biasa. Orang tuanya juga tidak mempermasalahkan kejadian ini,” ujarnya.
Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak terburu-buru menyebarkan informasi yang belum terverifikasi agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di publik.
“Kami berharap masyarakat melakukan klarifikasi terlebih dahulu sebelum memviralkan sesuatu. Kalau tidak benar, bisa menjadi fitnah. Ke depan, kami juga akan lebih meningkatkan kewaspadaan, khususnya bagi para sopir dan petugas di lapangan,” tuturnya.
Farid memastikan seluruh pengemudi telah dibekali dengan standar operasional prosedur (SOP) serta kelengkapan berkendara yang sesuai.
“Insyaallah para driver sudah mengikuti SOP, memiliki SIM, dan surat-surat lengkap,” ucapnya.
Sementara itu, orang tua korban, Siti Maunah, memastikan kondisi anaknya dalam keadaan baik setelah menjalani pemeriksaan medis, termasuk CT scan.
“Alhamdulillah baik-baik saja. Sudah dilakukan CT scan, dan menurut dokter tidak ada masalah, termasuk di bagian dada. Sampai sekarang hasil resminya memang belum dikirim, tapi kondisi anak saya aktif seperti biasa,” ujar Siti Maunah.
Ia juga menanggapi kabar yang sempat beredar bahwa anaknya tertabrak kendaraan dari depan maupun belakang.
Meski demikian, ia memastikan kondisi anaknya saat ini dalam keadaan baik.
“Anaknya aktif banget. Pertama kan beritanya kan katanya ditabrak ya, depan belakang depan belakang gitu. Tapi keadaannya alhamdulillah baik,” ungkapnya.
Siti menambahkan, anaknya memang kerap ikut ke lokasi karena dirinya berprofesi sebagai pengajar di tempat tersebut, sehingga lingkungan tersebut sudah menjadi area bermain sehari-hari bagi korban.
“Kalau main kan saya kan pengajar, jadi anak saya tuh ikut saya. Jadi biasa main di sini. Di sininya kan ada banyak anak-anak seumuran lima tahunan,” pungkasnya.
Sementara itu, pihak kepolisian enggan memberikan keterangan terkait peristiwa tersebut.(Agus Sugianto)
.














































































































Discussion about this post