KAB. CIREBON, (FC).- Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Cirebon bakal menyuport kerja sama antara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cirebon dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Guangzhou, Tiongkok yang berencana membangun museum sejarah jalur sutra maritim. Hal tersebut disampaikan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Cirebon, Sophi Zulfia.
Sophi memastikan, dukungan akan diberikan selama kerja sama tersebut baik untuk Kabupaten Cirebon. “Selama baik untuk Kabupaten Cirebon akan kami suport, tentunya jangan sampai menyalahi aturan,” kata Sophi, kemarin.
Sophi pun menyarankan kepada Pemkab Cirebon agar kerja sama yang akan dijalin nanti sesuai dengan ketentuan dan aturan yang berlaku di Indonesia. Titik tekan pada pemenuhan aturan tersebut ia tegaskan, lantaran kerja sama yang akan dilakukan Pemkab Cirebon merupakan kerja sama antar negara yang harus mengantongi izin dari pemerintah pusat.
Karena itu, ia meminta kepada Pemkab Cirebon untuk lebih intens menjalin komunikasi, baik dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat maupun dengan pemerintah pusat. Menurut Sophi, pertemuan dari rencana kerja sama kedua belah pihak yang berlangsung di salah satu hotel di kawasan Kedawung pun masih harus ditindaklanjuti dengan pertemuan berikutnya. Tindak lanjut tersebut mutlak diperlukan guna mengetahui detil objek dan bentuk kerja sama yang bakal dilakukan.
“Tadi yang disampaikan terkait objeknya seperti apa, bentuk kerja samanya seperti apa, apakah G to G atau lainnya, belum ada tindak lanjut. Mungkin nanti akan ditindaklanjuti lagi,” terangnya.
Seperti diketahui, Pemkab Cirebon terbuka dengan ajakan dari Pemerintah Kota Guangzhou, Tiongkok, untuk membangun museum sejarah warisan budaya jalur sutra maritim. Pembicaraan kedua belah pihak terkait hal tersebut dilaksanakan dalam pertemuan yang bertema “Forum Perlindungan Warisan Jalur Sutra Maritim di wilayah Kabupaten Cirebon” di salah satu hotel di Kecamatan Kedawung, Rabu (14/5/2025).
Bupati Cirebon, H Imron menyebut sejarah perkembangan budaya Cirebon tidak bisa dilepaskan dari pengaruh budaya Tionghoa yang dibawa oleh para perantau di pesisir utara pulau Jawa pada masa lampau. Menurutnya, salah satu perantau Tionghoa yang memperkenalkan budayanya ke Indonesia adalah Laksamana Cheng Ho. Hingga kini, komunitas, budaya, hingga kuliner Tionghoa masih banyak dijumpai bahkan menyatu di Cirebon.
“Dari pihak China ingin melestarikan itu, bahwa sejarah-sejarahnya ingin diungkap lagi kemudian dibentuk sebuah museum. Data-data dan fakta yang ada ingin dihidupkan lagi,” ujar Imron.
Berdasarkan hasil penelitian, kata Imron, kapal pada zamannya Laksamana Cheng Ho masih banyak yang tenggelam di laut Cirebon. Keberadaan benda muatan kapal tenggelam yang ada di dasar laut Cirebon itu bakal diangkat untuk mengungkap fakta sejarah Tionghoa di masa lalu. “Pemkab sendiri terbuka karena ini akan berdampak terhadap perkonomian kita. Jadi siapapun, baik dari China dan lainnya kami siap membantu pengembangan untuk investasi di Kabupaten Cirebon,” ucapnya. (Ghofar)














































































































Discussion about this post