MAJALENGKA, (FC).- Untuk menghindari adanya kecurangan yang dilakukan para pelaku pasar atau pengusaha, Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Kabupaten Majalengka terus melakukan tera alat timbang. Hal ini untuk mengantisipasi adanya oknum oknum yang tidak bertanggung jawab yang mencari keuntungan dengan menggunakan alat tumbang yang tidak sesuai lagi.
Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Kabupaten Majalengka Aeron Randi, melalui Kabid Kemetrologian dan Tertib Niaga Ida Farida, menjelaskan bahwa Disperdagin telah mempunyai inovasi baru yaitu “Peri Merak”, yang artinya pelayanan tera mendekati rakyat. Program ini merupakan salah satu inovasi kemudahan bagi para pedagang dalam melakukan tera ulang timbangan.
Dikatakanya, tera timbang alat takar ini rutin diadakan setiap tahun oleh Disperdagin sebagai wujud kepedulian terhadap masyarakat untuk menjamin kenyamanan konsumen dalam melakukan transaksi jual beli yang menggunakan timbangan agar tidak ada kecurangan atau pengurangan timbangan.
Lebih lanjut Ida menjelaskan, tera ulang ini dilaksanakan di tempat strategis di setiap kecamatan agar masyarakat tidak perlu jauh datang kantor Disperdagin setempat.
Pada bulan Februari 2023 ini, kita telah melakukan jemput bola tera ulang di kecamatan Lemahsugih, Malausma dan Bantarujeg dan telah menghasilkan tera ulang sebanyak 229 timbangan.
“Jika ada alat ukur dan timbangan dan lainnya yang sudah tidak sesuai maka akan kita setting ulang,” jelasnya.
Tera timbang sangat diperlukan bagi semua pedagang, dari itu diminta semua pedagang yang menggunakan alat timbang agar selalu mengecek alat timbang setiap tahun guna memberi rasa saling percaya antara pedagang dan pembeli, sekaligus mengantisipasi pedagang yang curang atau nakal dan merugikan para konsumen.
Terpisah, seorang pedagang di pasar Cigasong yang setiap saat bergelut dengan alat timbang, merasa terbantu adanya tera ulang alat timbang yang jemput bola. Sehingga dirinya yang memang tidak bisa neninggalkan dagangannya bisa menera ulang alat timbangannya.
“Ya bersyukur aja dengan adanya kegiatan rutin dari Disperdagin, sehingga saya sebagai pedagang merasa aman dan nyaman, karena alat timbang nya selalu di tera ulang. Semoga konsumen juga merasa puas dan tidak ragu lagi atas alat timbangan yang dipakai para pedagang,” pungkas pedagang sembako di pasar Cigasong yang mengaku bernama Juhadi. (Munadi)















































































































Discussion about this post