Artinya, dalam sekali kerja 1 sampai 3 tahapan dapat dilakukan dalam 1 kali kerja. Dirinya pun merasa yakin mesin ini akan benar-benar dapat dioperasionalkan secara maksimal dan dijaga oleh ke pelaku usaha ini.
“Saya yakin, mereka bisa operasionalkan dan merawat alat ini secara maksimal. Apalagi antusias mereka terhadap kegiatan Bimteknya itu sangat besar,” ungkap Endang disela Bimtek.
Sebagai pemilik Aula Arli Craft yang berlokasi di Desa Karangmulya sekaligus Ketua Komunitas Ekonomi Kreatif, Gunawan mengatakan, progres Bimtek sejak awal hingga hari ini ini cukup baik.
“Dalam waktu 4 hari sudah dapat terlihat perkembangan sebesar 34 persen, asalkan ada pembinaan dan pendampingan secara berkala terhadap sistem dan teknisnya,” ucap pria yang akrab disapa Gun ini.
Alasan hadirnya alat ini sendiri, dikarenakan proses pembuatan yang masih manual menyebabkan keterlambatan. Sedangkan potensi dari man craft, sumber daya, dan lainnya sudah baik untuk Cirebon ini.
“Kita ini sudah bagus potensinya, hanya saja karena keterbatasan dalam waktu proses pembuatannya saja,” ungkap Gun kepada FC.
Karena, lanjut Gun, kita ini sebenarnya sudah tertinggal dengan negara lain yang memang sudah lama menggunakan alat seperti ini.
Gunawan juga menambahkan, tidak dapat begitu saja dilepas pendampingan dan pelatihan ini lepas setelah Bimtek berakhir.
“Tetap, perlu ada pengawasan, pendampingan dan lainnya kedepannya. Karena, kalau tidak ada pendampingan maka, bisa saja hanya terhenti disini saja,” ucap Gunawan. (Sarrah/Job/FC)












































































































Discussion about this post