KAB. CIREBON, (FC),- Program Pentahelix di Kabupaten Cirebon dinilai masih belum berjalan maksimal dan sinergi untuk kemajuan pembangunan pariwisata dan ekonomi kreatif.
Pentahelix sendiri merupakan program lama yang telah digarap oleh Menteri Pariwisata Arief Yahya untuk menggantikan triplehelix dalam pengembangan pariwisata dan ekonomi di Indonesia.
Akademisi sekaligus pengamat pariwisata di Kabupaten Cirebon, Hadi Mulyana mengatakan, program pentahelix terdiri dari 5 unsur penting yaitu Akademi, Bisnis, Community, Goverment, dan Media.
“Kelima unsur ini memiliki peranan penting dalam usaha pariwisata, boleh dibilang kalau di Jawa Barat ini lokomotifnya, perlu ada sinergitas, sehingga dapat memajukan pariwisata di Kabupaten Cirebon,” papar Hadi, Jum’at (25/9)
Hadi memaparkan hal itu pada acara Forum Group Discussion (FGD) yang digelar Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) di Hotel Aston Cirebon.
Menurutnya, pentahelix di Kabupaten Cirebon masih belum berjalan karena dirasa pelaku wisata di Kabupaten cenderung masih jalan sendiri-sendiri, dan ke 5 unsur dari pentahelix tersebut masih belum memiliki komitmen sebagai pengontrol.
“Kalau di tiap-tiap unsur sudah bekerja, hanya saja belum ada sinergitas untuk bekerja bersama diantara ke 5 unsur tersebut, sehingga perlu ada pertemuan-pertemuan rutin untuk membahas tindak lanjut pentahelix ini,” pungkasnya kepada FC.
Ketika Pentahelix berjalan, lanjut Hadi, maka Kabupaten Cirebon bisa lebih dari kota wisata lainnya seperti Bali, Yogyakarta, dan masih banyak lagi. Tidak hanya, di Kabupaten Cirebon, Pentahelix pun berlaku bagi Kota Cirebon dan Kabupaten lainnya.
“Sehingga, tidak hanya meningkatkan pariwisata daerah juga mengembamgkan pariwisata tingkat provinsi bahkan menuju nasional,” pungkasnya. (Sarrah/Job/FC).










































































































Discussion about this post