KUNINGAN, (FC).- Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Provinsi Jawa Barat terus mendukung serta memajukan potensi pariwisata yang ada di Kabupaten Kuningan. Salah satunya dengan mendongkrak pelaku Ekonomi Kreatif (Ekraf).
“Hari ini bertempat di desa wisata Cibuntu kami meresmikan pembentukan Komite Ekonomi Kreatif (Ekraf). Ekraf di Kuningan sebelum ada komite juga sudah berjalan, dan sekarang lebih bagus lagi karena ada wadahnya, sehingga ekraf di Kabupaten Kuningan bisa kita majukan bersama,” kata Kepala Disparbud Jabar, Dedi Taufik, Selasa (29/9).
Dedi menilai, di Kuningan sendiri kelompok ekraf telah banyak melakukan pendekatan petahelix dengan berbagai pihak seperti akademisi dan para pelaku bisnis.
Bahkan dengan dinas pariwisata kabupaten dan provinsi terus melakukan sinergi guna memajukan pariwisata di Kabupaten Kuningan.
“Ada 5.312 desa di Jawa Barat, yang masing-masing berbeda karakteristiknya. Kita sudah mendata ada kurang lebih 251 desa wisata dari kabupaten dan kota di Jawa Barat. Kalau lebih banyak lagi itu lebih bagus,” tutur Dedi.
Dikatakan Dedi, untuk Kuningan yang sudah diusulkan ada 25 desa wisata, salah satunya Desa Cibuntu.
“Proses menjadikan syarat sebuah desa wisata ada beberapa kriteria seperti harus ada keunikan tersendiri, ekraf nya berjalan bahkan ada sisi religinya juga. Saya bangga dengan Desa Wisata Cibuntu ini berawal dari embrio kemudian berkembang bahkan maju seperti sekarang,” imbuh Dedi
Sementara itu dalam kesempatan yang sama, Bupati Kuningan H Acep Purnama mengucapkan pihaknya terima kasih kepada Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat yang telah melirik potensi pariwisata Kuningan.
Menurut Acep, Kuningan merupakan bagian dari Jawa barat. Apa yang dilakukan Disparbud merupakan bentuk dukungan dalam rangka memajukan Jawa Barat yang juara.
“Kami sudah berbincang-bincang dengan Disparbud Jawa Barat tadi dengan pa Kadisnya Pa Dedi. Selaras dengan targetan kami, dimana dalam satu periode ini kami akan membangun desa wisata, salah satunya Desa Cibuntu yang sudah jadi ini. Mudah mudahan ini menjadi pilot project untuk desa-desa yang lainnya,” harap Acep. (F14)













































































































Discussion about this post