KUNINGAN, (FC).- Di sudut Desa Sukadana, Kecamatan Ciawigebang, berdiri sebuah sekolah dasar dengan jumlah murid yang tak sampai tiga puluh orang.
SDN 3 Sukadana hanya memiliki 28 siswa dari kelas 1 hingga kelas 6. Di balik bangunan sederhana dan keterbatasan fasilitas itu, tersimpan semangat belajar yang tak pernah surut.
Pemandangan itulah yang menyentuh hati Kapolres Kuningan Muhammad Ali Akbar saat berkunjung bersama jajaran Pejabat Utama (PJU) Polres Kuningan, Selasa (24/2).
Datang tanpa protokoler berlebihan, Kapolres melihat langsung kondisi ruang kelas yang membutuhkan perbaikan serta keterbatasan sarana pendukung pembelajaran. Meski jumlah siswa sedikit, antusiasme mereka menyambut tamu istimewa itu terlihat jelas.
Tak sekadar meninjau, Kapolres menyerahkan bantuan berupa perlengkapan sekolah untuk siswa, cat untuk memperbaiki bangunan sekolah, serta sembako bagi para guru.
“Hati saya terenyuh melihat kondisi di sini. Jumlah siswa boleh sedikit, tapi semangat dan cita-cita mereka tidak boleh kecil. Kami ingin memastikan anak-anak ini tetap merasa diperhatikan dan memiliki masa depan yang sama cerahnya,” ujar Kapolres.
Ia juga menyempatkan berdialog dengan para guru dan memberikan motivasi langsung kepada siswa di dalam kelas. Menurutnya, keterbatasan fasilitas bukan alasan untuk mengendurkan semangat belajar dan mengajar.
Suasana semakin hangat ketika Satlantas Polres Kuningan memberikan edukasi tentang bahaya bullying dan pentingnya tertib berlalu lintas.
Kehadiran boneka polisi bernama “Linggar” pun berhasil mengundang tawa anak-anak, mencairkan suasana dan menghadirkan keceriaan di sekolah kecil itu.
Kepala SDN 3 Sukadana, Haerul Ibad, mengaku terharu atas perhatian yang diberikan.
“Selama ini kami merasa seperti luput dari perhatian karena sekolah kecil dan jumlah murid sedikit. Kehadiran Bapak Kapolres menjadi motivasi besar bagi kami. Bantuan ini sangat berarti, bukan hanya secara materi, tetapi juga secara moral,” ungkapnya.
Rencananya, cat yang diberikan akan segera digunakan untuk mempercantik dinding kelas agar suasana belajar menjadi lebih nyaman dan menyenangkan.
Kunjungan tersebut diakhiri dengan penyerahan bantuan secara simbolis dan foto bersama penuh kehangatan. Di balik sekolah kecil di Ciawigebang itu, kehadiran Kapolres menjadi pesan kuat bahwa negara tetap hadir, bahkan di tempat yang kerap luput dari sorotan.(Angga)











































































































Discussion about this post