CIREBON , (FC).- Pertamina EP Zona 7 menyerahterimakan 5.000 bibit mangrove setinggi satu meter di Desa Jadimulya, Kecamatan Gunungjati, Kabupaten Cirebon, Senin kemarin, sebagai bagian dari penguatan program konservasi di kawasan pesisir.
Penyerahan bibit ini menjadi salah satu langkah berkelanjutan Perusahaan dalam mendukung pelestarian ekosistem mangrove sekaligus merespons tantangan abrasi yang terjadi di wilayah tersebut.
Bibit mangrove diserahkan oleh Head of Communication, Relations & CID Pertamina EP Zona 7, Wazirul Luthfi, dan diterima langsung oleh Teuku Fakhrudin, Ketua LSM Panglaot, yang selama ini berperan aktif dalam pengelolaan dan perawatan kawasan mangrove di Desa Jadimulya.
Kolaborasi dengan LSM lokal ini menjadi bagian dari pendekatan partisipatif yang dikedepankan perusahaan dalam menjalankan program tanggung jawab sosial dan lingkungan.
Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari kunjungan lapangan tim Pertamina EP Zona 7 dalam merespons isu abrasi dan tantangan lingkungan di kawasan pesisir. Selain penyerahan bibit, dilakukan pula peninjauan kondisi kawasan terkini serta membahas potensi pengembangan kawasan ruang edukasi lingkungan bagi masyarakat sekitar.
Wazirul Luthfi menyatakan, penguatan konservasi mangrove ini menjadi bagian dari komitmen Perusahaan dalam menjaga ekosistem pesisir sekaligus mendorong pengembangan edukasi lingkungan berbasis masyarakat, sehingga solusi yang diberikan tidak hanya menjaga lingkungan, tetapi juga memberi manfaat jangka panjang.
“Konservasi mangriove ini adalah komitmen perusahaan dalam menjaga ekosistem dan kelestarian lingkungan,” katanya singkat dalam sebuah rilisnya yang diterima FC, Jumat (27/2).
Dikatakannya, dalam peninjauan lapangan, tim mengidentifikasi sejumlah aspek teknis, termasuk aksesibilitas menuju kawasan dan kebutuhan infrastruktur penunjang.
Dokumentasi udara juga dilakukan guna memperoleh gambaran komprehensif perkembangan kawasan. Seluruh temuan akan menjadi dasar kajian lanjutan sebelum penetapan langkah strategis berikutnya dalam pengembangan berikutnya.
Sejak program konservasi ini dimulai, Pertamina EP Zona 7 telah melaksanakan enam kali kegiatan penanaman mangrove dengan cakupan lahan 5–6 hektare. Total bibit yang ditanam diperkirakan mencapai 60 ribu pohon.
Kawasan tersebut kini mulai berkembang menjadi sabuk hijau pesisir yang berfungsi sebagai perlindungan alami terhadap abrasi sekaligus mendukung keberlanjutan lingkungan pesisir di wilayah Kabupaten Cirebon.
Wazirul juga menekankan pentingnya kolaborasi dari berbagai pihak agar setiap solusi dapat dirumuskan secara lebih terintegrasi, mengingat keterbatasan masing-masing pihak apabila berjalan sendiri. Seluruh opsi dan temuan lapangan akan dibahas lebih lanjut dalam pertemuan lanjutan guna menyelaraskan langkah strategis pengembangan kawasan pesisir.
Melalui inisiatif ini, Pertamina EP Zona 7 terus mendorong pengelolaan pesisir yang berkelanjutan melalui pendekatan kolaboratif bersama masyarakat, dengan tetap mengedepankan aspek keberlanjutan lingkungan dan manfaat sosial bagi wilayah sekitar. (Munadi)











































































































Discussion about this post