MAJALENGKA, (FC).– Komitmen percepatan pembangunan infrastruktur kembali ditegaskan Bupati Majalengka H.Eman Suherman. Pada tahun anggaran murni 2026, Pemkab Majalengka menargetkan perbaikan sepanjang 117 kilometer jalan di berbagai titik wilayah.
Bupati Eman menegaskan bahwa pembangunan jalan tahun 2026 merupakan bagian dari perencanaan yang ia susun secara langsung sejak awal masa kepemimpinannya.
Dikatakannya, tahun lalu saat dirinya menjabat Bupati Majalengka pada Februari anggaran telah ditetapkan oleh Penjabat (Pj) Bupati, sehingga ruang intervensi kebijakan masih terbatas dan hanya dapat melakukan penyesuaian melalui anggaran perubahan sebesar Rp5 miliar.
“Sekarang ini baru perencanaan saya. Tahun 2026 karena saya yang menyusun perencanaannya. Jadi kalau hari ini masih ada jalan rusak, memang belum dilaksanakan,” tegas Bupati Eman, Kamis (26/2/2026).
Menurutnya, terdapat sejumlah faktor teknis dan administratif yang memengaruhi percepatan realisasi proyek. Selain menunggu kondisi cuaca yang lebih kondusif, beberapa proyek juga memerlukan proses koordinasi lintas instansi.
Salah satu contohnya adalah pembangunan Jembatan Ujung Danu yang bukan merupakan aset pemerintah kabupaten. Untuk merealisasikan pembangunan, Pemkab harus berkoordinasi dengan Balai Wilayah Sungai (BWWS).
Bahkan, kata dia, rapat koordinasi telah digelar di Cirebon guna membahas proses pengalihan dan perizinan. Namun hingga kini, izin tersebut masih dalam proses.
“Tidak bisa serta-merta, masyarakat tentu ingin cepat, tetapi ada tahapan administrasi yang harus ditempuh,” ujarnya.
Bupati juga meminta jajaran Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) tidak alergi terhadap kritik terkait jalan rusak. Ia menilai sorotan publik justru harus menjadi penyemangat untuk membuktikan kinerja pemerintah daerah.
Ia mengungkapkan, isu jalan rusak menjadi salah satu perhatian utama masyarakat di media sosial, selain persoalan Siltap (penghasilan tetap aparatur desa) yang menurutnya telah direalisasikan.
Dengan target 117 kilometer jalan pada 2026, Pemkab Majalengka optimistis kualitas infrastruktur akan meningkat signifikan. Langkah ini menjadi bagian dari visi besar menghadirkan pembangunan Majalengka yang “Langkung SAE”, merata, responsif, dan berdampak langsung bagi masyarakat.
Bupati Eman Suherman menegaskan, pembangunan infrastruktur bukan sekadar proyek fisik, tetapi wujud tanggung jawab pemerintah dalam menghadirkan konektivitas, pertumbuhan ekonomi, dan kesejahteraan warga Majalengka secara berkelanjutan. (Munadi)











































































































Discussion about this post