KUNINGAN, (FC).- Akses listrik bagi fasilitas pelayanan dasar menjadi fokus dalam kegiatan sosial yang digelar di Dusun Palutungan RT 04 RW 10, Desa Cisantana, Kecamatan Cigugur, Selasa (24/2).
Anggota Komisi XII DPR RI Fraksi Gerindra H Rokhmat Ardiyan bersama PLN memastikan program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) menyentuh rumah warga sekaligus fasilitas umum.
Melalui skema TJSL dan program Light Up The Dream (LUTD), pemasangan listrik gratis direalisasikan untuk tiga kepala keluarga kurang mampu serta tiga fasilitas publik, yakni dua Posyandu dan satu PAUD Anggrek.
Momen penyalaan lampu secara simbolis oleh Rokhmat bersama General Manager PLN UID Jawa Barat, Sugeng Widodo, menjadi penanda dimulainya pemanfaatan listrik di fasilitas tersebut.
“Energi harus menjangkau yang paling membutuhkan. Jangan sampai fasilitas kesehatan dan pendidikan dasar di desa terkendala karena listrik. Pemerataan bukan sekadar wacana, tapi tanggung jawab,” tegas Rokhmat.
Ia menekankan bahwa listrik memiliki dampak langsung terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat.
“Dengan listrik yang memadai, pelayanan Posyandu bisa lebih optimal, anak-anak PAUD belajar lebih nyaman, dan aktivitas ekonomi warga ikut bergerak. Ini bagian dari pembangunan yang menyentuh akar,” ujarnya.
Rokhmat juga menyebutkan bahwa di Kabupaten Kuningan sekitar 3.000 sambungan listrik gratis telah terpasang melalui berbagai program bantuan.
“Kami di Komisi XII akan terus mengawal agar akses energi benar-benar merata dan berkelanjutan. Energi adalah hak, bukan kemewahan,” tambahnya.
Sementara itu, Sugeng Widodo menyampaikan bahwa BPBL dan LUTD merupakan wujud komitmen PLN dalam menghadirkan listrik berkeadilan.
“Kami memastikan listrik tidak hanya hadir, tetapi juga andal dan aman, terutama di bulan Ramadan saat kebutuhan meningkat,” ungkapnya.
Perwakilan PAUD Anggrek, Sri, mengaku bantuan tersebut sangat membantu kegiatan belajar mengajar.
“Dengan listrik stabil, anak-anak lebih nyaman belajar. Kami sangat bersyukur atas perhatian ini,” katanya.
Selain pemasangan listrik, kegiatan juga dirangkaikan dengan santunan anak yatim dan dhuafa serta pembagian paket sembako bagi warga kurang mampu.
Suasana penuh kebersamaan menegaskan bahwa Ramadan menjadi momentum memperkuat kepedulian sosial sekaligus memastikan cahaya benar-benar menyala hingga pelosok desa.(Angga)











































































































Discussion about this post