KAB.CIREBON, (FC).- Pesatnya perkembangan Kecamatan Pabedilan sebagai kawasan industri mendorong lahirnya wadah pemersatu masyarakat bernama Masyarakat Pabedilan Rempug (MPR). Organisasi tersebut digagas tokoh pemuda setempat, Sunandar bersama Ando Yogiana.
Sunandar mengatakan masuknya investor dan berdirinya sejumlah pabrik telah membawa dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat. Namun di sisi lain, perubahan tersebut juga memunculkan persoalan sosial yang perlu diantisipasi bersama.
“Pabedilan kini menjadi kawasan industri. Banyak investor datang, tetapi juga muncul berbagai tantangan sosial yang membutuhkan peran aktif masyarakat,” ujarnya.
Menurutnya, MPR dibentuk sebagai wadah yang menghimpun masyarakat Pabedilan, baik yang berada di dalam wilayah maupun di luar daerah. Kehadiran organisasi itu diharapkan mampu mempererat persatuan serta menjaga stabilitas sosial di tengah perubahan yang terjadi.
“Wadah ini lahir dari masyarakat, oleh masyarakat, dan untuk masyarakat Pabedilan, dengan tujuan menciptakan kondisi yang aman, damai, dan kondusif,” katanya.
Ia menambahkan, tantangan yang dihadapi tidak hanya masuknya budaya luar, tetapi juga meningkatnya kenakalan remaja serta potensi konflik akibat perbedaan kepentingan kelompok.
“MPR hadir untuk mempersatukan. Kami ingin meredam perpecahan, baik yang berasal dari internal maupun pengaruh luar,” tegasnya.
Sementara itu, Ando Yogiana menilai gelombang industrialisasi di wilayah Pabedilan merupakan keniscayaan yang akan membawa perubahan besar terhadap tatanan sosial masyarakat.
“Loncatan industri yang masif sudah masuk ke wilayah kami dan pasti akan merubah tatanan sosial serta norma kewilayahan,” ungkapnya.
Ia menegaskan masyarakat harus mampu mengambil peluang dari perkembangan tersebut, bukan justru menjadi penonton di daerah sendiri.
“Tinggal bagaimana masyarakat memilih, menjadi pemain yang baik atau justru hanya menjadi penonton yang baik,” ujarnya.
Ando juga mengingatkan agar warga Pabedilan tidak kehilangan peran di tengah pertumbuhan industri yang terus berkembang.
“Jangan sampai masyarakat Pabedilan hanya menjadi seperti ayam mati di lumbung padi,” katanya.
Ke depan, MPR diproyeksikan menjadi garda terdepan dalam menjaga kondusivitas kawasan industri sekaligus menjadi mediator dalam penyelesaian konflik yang muncul di tengah masyarakat. (Nawawi)












































































































Discussion about this post