KAB. CIREBON, (FC).- Cakupan vaksinasi Covid-19 untuk lansia di Kabupaten Cirebon saat ini baru mendekati angka dua persen saja.
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cirebon mengaku kesulitan memenuhi target cakupan sebanyak 207.320 lansia.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon, Enny Suhaeni melalui Kepala Seksi Surveilans dan Imunisasi pada Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dedi Supriyatnataris mengatakan, upaya memenuhi cakupan lansia, bahkan sudah dilakukan dengan menggandeng komunitas pengemudi ojek online (ojol).
Dimana, setiap satu orang ojol yang akan melakukan vaksinasi diwajibkan membawa dua orang lansia.
Namun Dedi tidak menyebutkan jumlah total lansia di Kabupaten Cirebon yang harus menjalani vaksinasi Covid-19.
“Cakupan lansia kemarin sudah mendekati dua persen, untuk lansia memang agak susah. Kemarin sama ojol saja ternyata coverage-nya tidak sesuai harapan,” ujar Dedi.
Hal itu berbeda dengan pelayanan publik, Dedi menyebut untuk bidang tersebut progresnya bagus dan terus meningkat.
Bahkan, untuk para guru sendiri, vaksinasi sudah dinyatakan selesai. Sehingga diharapkan pada bulan Juli mendatang sudah bisa dimulai KBM tatap muka.
“Guru sudah selesai, kita harapkan Juli sudah mulai tatap muka,” jelasnya.
Sedangkan untuk ketersediaan vaksin sendiri, Dedi mengungkapkan, kondisinya masih aman. Sampai hari Minggu (23/5), vaksin untuk dosis pertama masih cukup aman.
Bahkan, vaksin untuk dosis kedua pun sudah didistribusikan ke setiap Puskesmas di Kabupaten Cirebon.
“Rencananya minggu ini kita cek dan ricek,” kata dia.
Kendati dinilai masih aman, lanjut Dedi, pihaknya akan tetap mengajukan penambahan vaksin ke Kemenkes. Pasalnya, Dinkes juga menerima permintaan vaksinasi lagi dari Polresta Cirebon untuk para Purnawirawan Polri.
“Stok vaksin tidak tahu detail, karena Jumat kemarin banyak yang mengambil dari puskesmas,” paparnya.
Untuk menggenjot peningkatan terhadap vaksinasi pelayanan kepada lansia, pihaknya menggandeng RSUD Arjawinangun dan Puskesmas-puskesmas untuk melakukan vaksinasi dengan mendatangi desa-desa binaannya.
“Hari ini, RSUD Arjawinangun menggelar vaskinasi terhadap lansia, pelayan publik serta tenaga kesehatan yang belum divaksin,” kata dia.
Terpisah, Direktur RSUD Arjawinangun, dr H Bambang Sumardi kepada FC mengatakan, pihaknya mendapatkan kuota 49 vial vaksin jenis Sinovac atau untuk sasaran 490 kali suntikan.
Bambang menjelaskan, sebanyak 490 suntikan adalah untuk dua kali suntikan yaitu dosis pertama dan kedua.
“Sasaran lansia umum dan orang tua pegawai RSUD Arjawinangun. Kemudian tenaga kesehatan yang belum divaksin, terus untuk pelayan publik. Kegiatan tersebut akan dilaksanakan selama tiga hari terhitung mulai hari ini, kemudian Kamis dan Jumat,” kata Bambang. (Ghofar)










































































































Discussion about this post