KAB. CIREBON, (FC).- Kesuksesan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Mitra Sukses Desa Ciawijapura, Kecamatan Susukanlebak, Kabupaten Cirebon dalam mengelola tanaman buah Melon dalam usaha ketahanan pangan yang dilakukan hingga mengundang banyak pihak ingin belajar teknik tanam buah melon, menjadikan BUMDes Mitra Sukses akan memperluas lagi tanaman melon.
Ketua BUMDes Mitra Sukses, Algha Aretta Adiwidia kepada FC, Rabu (4/6) menjelaskan, berawal kecintaan dirinya kepada tanaman hingga menjadi wakil pemuda Desa Ciawijapura berangkat ke Bandung untuk mengikuti pendidikan dan pelatihan petani milenial saat Covid-19 melanda Indonesia sekitar tahun 2020, menjadi keteguhan dirinya untuk terjun ke dunia pertanian dan memfokuskan diri dalam budidaya tanaman buah melon.
Menurutnya, tanaman buah melon menjadi daya tarik tersendiri lantaran banyak hal yang harus dipahami dari penyiapan lahan, penyediaan bibit, pemupukan, pemeliharaan tanaman, pemupukan, dan banyak hal lainnya.
Salah satu contoh keunikan dalam menanam buah melon. Menurutnya, buah melon yang ditanam bisa diatur kemanisannya dengan mengatur pola pemberian pupuk, dan untuk menjaga ketahanan buah juga harus bisa menakar kesesuaian pupuk saat pemupukan, karena bila kelebihan pupuk, buah melon akan pecah menjelang dipanen.
“Uji coba pertama tanam, kita tanam sekitar 1.000 bibit tanaman diatas lahan sekitar 400 meter, dari modal sekitar Rp14 juta hasil panen Rp26 juta, dan uji coba tanam kedua kita tanam sekitar 25 ribu bibit tanaman melon jenis Amanda di atas lahan satu hektare,” jelasnya.
Dijelaskan Algha, setiap barang tanaman buah melon hanya memelihara satu buah agar perkembangan nutrisi tanaman ke buah lebih besar.
Hasilnya dalam uji coba pertamanya setia buah beratnya antara 1,5 – 3 kilogram, meski berat buah setiap tanaman tidak bisa diprediksi.
Namun dengan teknik tanam yang telah dipelajarinya hanya bisa berusaha sesuai teori bila ingin hasil buahnya besar maka upayakan satu tanaman hanya satu buah.
Selain itu juga menjaga tanaman agar maksimal mendapatkan sinar matahari (simat), karena meski hanya satu pohon satu buah bila kurang simat maka buah akan kerdil atau kecil.
“Bagus tidaknya buah melon hasil dari yang kita tanam memang kembalikan kepada yang kuasa, namun teknik tanam dan pemeliharaan tanaman buah melon itu coba kita pelajari agar hasil sesuai harapan,” ungkap Algha.
Sementara Kuwu Ciawijapura, Ade Sri Sumartini mengatakan, memang sebelum dirinya menjadi kuwu Ciawijapura, anaknya, Algha Aretta Adiwidia terpilih menjadi wakil pemuda desa Ciawijapura untuk ikut diklat petani milenial.
Melihat bakat yang dimiliki anaknya tersebut, maka dalam program ketahanan pangan di desanya meminta anaknya yang memiliki kemampuan dalam budidaya tanaman buah melon untuk membaktikan ilmunya mengembangkan tanaman buah melon di desanya.
Tujuannya menurut Kuwu Ade, desanya tidak ingin dikecewakan dengan program ketahanan pangan yang membudidayakan tanaman buah melon tersebut gagal, dan terbukti pada percontohan tanam pertama berhasil.
Sementara pada percontohan tanaman kedua di atas lahan satu hektare tersebut yang kini sudah masuk usia 50 hari atau sekitar 20 hari kedepan bisa dipanen, sudah ada tanda cukup membahagiakan.
Bahkan beberapa ilmuwan pertanian dari beberapa perguruan tinggi yang datang melakukan survei pada tanaman buah melon BUMDes Mitra Sukses Desa Ciawijapura beberapa hari lalu telah memprediksi saat panen akan bisa menghasilkan buah minimal 30 ton.
“Mohon maaf, saya memilih anak saya untuk membudidayakan tanaman buah melon bukan karena apa-apa, tapi karena kami membutuhkan kemampuan keilmuan yang dimiliki, kami hanya ingin program ini berhasil,” ungkapnya.
Lanjut disampaikan Kuwu Ade, dari keberhasilan tanam percontohan pertama dan harapan besar dari tanaman kedua ini, telah banyak warga luar yang datang ingin belajar tanam buah melon ke BUMDes nya, bahkan Algha sudah banyak tawaran untuk membudidaya tanaman buah melon ke beberapa daerah, namun dirinya meminta agar Algha tidak keluar dari desanya, tetapi terus mengembangkan buah melon di desanya.
“Keinginan kami kedepan, ingin mengembangkan lebih luas lagi tanaman buah melon, dan buah melon ini bisa menjadi Ikon Desa Ciawijapura,” harapnya. (Nawawi)













































































































Discussion about this post