KAB. CIREBON, (FC).- Sesuai keputusan dalam musyawarah desa khusus (Musdesus) Desa Babakan, Kecamatan Babakan, Kabupaten Cirebon bahwa alokasi distribusi Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang bersumber dari Dana Desa (DD) mengutamakan kaum jompo dan disabilitas, penyaluran BLT DD untuk 3 bulan disalurkan Kamis (21/4) disalurkan sesuai mandat musdesus, 60 persen disabilitas dan 40 persen jompo.
Kuwu Desa Babakan, Ahmad menyampaikan, penggunaan anggaran yang bersumber dari DD sebagimana telah diatur Perpres nomor 104 tahun 2021 bahwa 40 persen dari DD dialokasikan untuk bantuan sosial melalui program BLT DD.
Sebelum DD tersebut cair, pihaknya sudah memusyawarahkan melalui musdesus, yang membahas siapa saja calon penerima BLT DD dan sesuai kesepakatan bahwa BLT DD Babakan ntuk tahun anggaran 2022 ini dialokasikan untuk masyarakat jompo dan juga untuk penyandang disabilitas.
“Dalam penyaluran DD tahap pertama ini kami menyalurkan BLT DD selama tiga bulan kepada jompo dan penyandang disabilitas,” ungkapnya.
Dijelaskan Ahmad, BLT DD ini disalurkan kepada 146 KPM dengan masing – masing KPM memdapatkan Rp300 ribu per bulan, sehingga dalam salur DD tahap 1 ini pihaknya menyalurkan sebesar Rp900 ribu per KPM, sehingga anggaran yang digelontorkan Pemdes sekitar Rp131.300.000.
Menurutnya bahwa sesuai kesepakatan dalam musdesus juga menyepakati bahwa penyaluran BLT DD yang diterina KPM sesuai rekomendasi Permendes, sehingga setiap KPM menerima BLT DD secara utuh.
“Kami memastikan bahwa mereka yang menjadi penerima BLT DD tidak menerima bantuan lainnya, sehingga tidak ada tumpang tindih penerimaan bantuan kepada masyarakat kami,” jelas Ahmad.
Lebih lanjut Ahmad juga menjelaskan, bahwa penyaluran DD tahap 1 ini selain dialokasikan untuk BLT DD, pihaknya juga merealisasikan program pemberdayaan, dari mulai honor RT dan RW, imam masjid dan musola, guru ngaji, PKK serta pemberdayaan lainnya.
“Alokasi DD tahap pertama dominasi untuk BLT DD dan pemberdayaan,” tutur Ahmad. (Nawawi)














































































































Discussion about this post