KUNINGAN, (FC).- Inflasi yang terkendali dan akselerasi digitalisasi transaksi pemerintah daerah menjadi salah satu faktor dalam mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan dan mencapai Indonesia Emas.
Hal tersebut yang menjadi pembahasan utama dalam High Level Meeting TPID & TP2DD se-Ciayumajakuning 2025 diselenggarakan di Kabupaten Kuningan.
Forum strategis ini dihadiri oleh Plt. Kepala Perwakilan Bank Indonesia Cirebon, Bupati Kuningan, Bupati Majalengka, Wakil Bupati Indramayu, dan perwakilan dari Kabupaten serta Kota Cirebon.
Pada kesempatan tersebut, turut hadir Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia sebagai perwakilan dari Tim Pengendalian Inflasi Pusat (TPIP).
Pertemuan yang merupakan tindak lanjut dari High Level Meeting TPID Provinsi Jawa Barat, membahas mengenai pentingnya penyusunan Peta Jalan Pengendalian Inflasi 2025 – 2027 dan penguatan kerja sama antardaerah (KAD) dalam rangka pengendalian inflasi melalui strategi 4K, serta percepatan digitalisasi transaksi pembayaran untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif.
Baca Juga: TPID Ciayumajakuning Bahas Isu Pengendalian Inflasi Terkini
Plt. Kepala Perwakilan Bank Indonesia Cirebon, Kiptiah Riyanti, menegaskan mengenai peran penting kepala daerah dalam menjaga kestabilan harga dan mendorong elektronifikasi pembayaran pemerintah sebagai bagian dari upaya mewujudkan pertumbuhan ekonomi Ciayumajakuning yang berkelanjutan.
High Level Meeting TPID & TP2DD se-Ciayumajakuning 2025 yang dilaksanakan di Kuningan ini mencerminkan komitmen kolektif antardaerah bersama Bank Indonesia dalam memperkuat kerja sama untuk pengendalian inflasi dan digitalisasi ekonomi.
Melalui sinergi yang berkelanjutan, diharapkan wilayah Ciayumajakuning dapat membangun fondasi ekonomi yang adaptif, inklusif, dan berdaya saing di era digital. (Andriyana)

















































































































Discussion about this post