KAB. CIREBON, (FC).- Meningkatnya pengguna sepeda dimasa pandemi ini, menjadi peluang bisnis sampingan bagi sebagian orang. Begi Yuandi warga Desa Sindang Jawa, Kecamatan Dukupuntang, Kabupaten Cirebon menangkap peluang tersebut dengan menyulap sepeda tak terpakai menjadi sepeda yang keren.
“Sebenernya, saya mengisi waktu luang selama pandemi Covid-19 dengan merakit sepeda yang tak terpakai,” ungkap Begi, Rabu (13/1)
Kerennya, sepeda rakitan Begi tak kalah bagusnya dengan rakitan sepeda baru lainnya. Rakitan sepeda jadul ini bisa disulap menjadi seperti sepeda Minion yang cantik dan tentunya bisa digunakan kembali seperti sepeda baru.
“Kita mulai rakit sepeda udah cukup lama sejak sepeda booming lagi, karena terinspirasi ngeliat sepeda yang udah rusak dari pada gak kepake ya kita perbaiki dan modifikasi aja jadi sepeda yang keren dan layak dipakai,”bebernya, Rabu (13/1).
Sepeda hasil rakitannya ini ternyata, sekarang ini cukup banyak digemari oleh orang-orang disekitarnya. Bahkan banyak yang ingin dibuatkan sepeda, Karena dinilai unik dan juga bagus.
Begi juga memaparkan, dalam pembuatan sepeda ini tidak merubah bentuk asli sepeda tersebut, untuk kerangkanya dengan yang sebelumnya tetap sama.
Hanya saja, untuk ban, jok, dan beberapa ornamen lainnya ada yang diganti atau kalo memang harus diganti ya diganti dengan yang baru.
“Iya diganti, tapi kalo frame mah kita tetep ya jadi gak merubah bentuk. Biasanya juga kita beli bahan-bahannya di online kalo ditoko deket sini kosong,”tambahnya.
Selain itu, untuk waktu pengerjaannya ia bisa membuat dalam waktu seminggu. Dalam pembuatan sepeda lama menjadi sepeda baru ini, ia bisa menghabiskan dana sebesar dua juta rupiah bahkan lebih, tergantung dari bahan dan juga ukuran.
“Sejauh ini kita sudah buat belasan sih ya, dan Alhamdulillah walaupun dari sepeda bekas dan lama tapi awet pas dipake tidak rusak,”ujarnya.
Masih kata Begi, biasanya banyak juga yang ingin dibuatkan sepeda kepadanya. Dengan senang hati, ia pun tidak mematok harga pembuatan untuk sepeda minion rakitannya.
“Ada yang mau dibuatkan mangga, ga ada patokan harganya. Siapa saja mau di modifikasi atau rakit,” pungkasnya. (Sarrah).












































































































Discussion about this post