KAB.CIREBON, (FC).- Mendapat banyak laporan dari para pedagang pasar, Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi melakukan inspeksi mendadak (Sidak) langsung ke pasar Pasalaran Weru, Kabupaten Cirebon dengan membawa ‘Pasukan Kuning’, sebutan petugas kebersihan.
Sebanyak 70 petugas pembersih sampah yang didatangkan berasal dari Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Jawa Barat.
Oleh KDM, sapaan akrab Gubernur Jawa Barat, para petugas diminta untuk melakukan pembersihan sampah di Kawasan Wisata Batik Trusmi dikarenakan kumuh tidak terawat dan tidak terjaga dengan baik.
KDM menjelaskan, Trusmi merupakan area wisata belanja batik yang memiliki nilai ikonik tinggi, tetapi kondisinya tidak terawat dan tidak terjaga.
“Tidak mungkin pariwisata tumbuh kalau kebersihannya tidak dijaga. Syarat pariwisata itu, satu, jalannya pada mulus. dua, kebersihannya terjaga. Ketiga, bangunannya, estetikanya terawat. Kemudian yang keempat orangnya ramah-ramah,” ungkapnya, Senin (02/06)
Jadi, lanjut KDM, rawat terlebih dahulu alam dan lingkungannya. jJikatidak bisa menjaga kebersihan lingkungan, para wisatawan pun enggan untuk datang.
“Selain itu juga Kedatangan saya bersama Sekda dan kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan mendatangi selain membersihkan sampah di sepanjang jalan Weru – Trusmi serta banyak mendapatkan laporan dari para pedagang yang mengeluhkan sepi pembeli,”ujarnya.
Yang mana para pedagang tersebut sudah membayar untuk sewa tempat tetapi sepi pembeli hal tersebut dikarenakan banyak pedagang emperan di depan Pasar Pasalaran.
“Maka dari itu nanti para pedagang emperan dan pedagang kaki lima di sepanjang lampu merah Plered tersebut akan di tertibkan,”pungkasnya. (Johan)










































































































Discussion about this post