KAB. CIREBON, (FC).- Curah hujan dengan intensitas cukup tinggi yang mengguyur wilayah Kota Cirebon dan Kabupaten Cirebon menyebabkan terjadinya banjir di sejumlah titik. Beberapa kawasan permukiman dan fasilitas umum dilaporkan tergenang air dengan ketinggian bervariasi di dua wilayah tersebut.
Salah satu lokasi terdampak berada di Kampung Penyuken, Kecamatan Kesambi, Kota Cirebon. Berdasarkan laporan di lapangan, ketinggian air di wilayah tersebut mencapai sekitar paha orang dewasa sehingga mengganggu aktivitas warga setempat.
Menindaklanjuti laporan kejadian banjir, petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Cirebon segera mendatangi lokasi untuk melakukan penanganan awal serta pemantauan kondisi genangan air.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Cirebon, Andi Wibowo, menyampaikan bahwa petugas telah berada di lokasi terdampak banjir dan masih melakukan penanganan lanjutan.
“Anggota BPBD Kota Cirebon sudah berada di lokasi banjir Kampung Penyuken,” katanya, Selasa (23/12) malam.
Banjir juga melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Cirebon, seperti di Pusat Pemerintahan Kabupaten Cirebon (Komplek Pemda Sumber), kemudian wilayah Kecamatan Talun, Kecamatan Tengah Tani, Kecamatan Kedawung, Kecamatan Dukupuntang, Kecamatan Plumbon, Kecamtan Mundu, dan lainnya.
Banjir ini disebabkan oleh intensitas hujan yang tinggi, membuat sungai-sungai yang melintasi wilayah Kabupaten Cirebon meluap.
Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cirebon, Samsul Huda saat dikonfirmasi mengatakan, banjir saat ini masih disebabkan oleh intensitas hujan yang tinggi. “Banjir karena intensitas hujan yang tinggi kang,” kata Samsul Huda, Selasa (23/12) malam.
Menurutnya, selain intensitas hujan yang tinggi ia menduga akibat penggundulan bukit di area hulu, sehingga debit air langsung mencari titik terendah.
“Area Perkantoran Sumber sebelumnya tidak seperti ini. Saya menduga bukitnya sudah menggundul, sehingga tidak ada resapan lagi,” kata Samsul.
Namun, masih kata Samsul, saat ini pihaknya belum dapat memastikan wilayah Sumber diterjang banjir karena apa. “Bisa karena bukit yang gundul, bisa juga ada tanggul yang jebol. Tunggu rilis berikutnya ya,” imbuhnya.
Saat ini pihaknya bersama petugas gabungan dari Brimob tengah konsentrasi di Kecamatan Plumbon, tepatnya di Desa Kedungsana dan Karangasem. Pasalnya di dua desa ini adalah yang terparah saat ini. “Ketinggian air di dua desa itu mulai dari 100-150 sentimeter,” jelasnya.
Banjir di dua desa ini, masih kata Samsul, disebabkan tanggul Sungai Soka yang masih jebol dan belum diperbaiki oleh BBWS, sehingga air dengan begitu cepat masuk dan merendam pemukiman warga. “Kita lagi siaga di sini. Kita tengah berjibaku di sini,” paparnya.
“Banjir di Tengahtani karena limpasan air dari Sungai Cipager. Kalau intensitas hujannya sudah reda, biasanya genangan air juga ikut surut,” tandasnya.
Berdasarkan data dari BPBD Kabupaten Cirebon, saat ini wilayah yang terdampak sebagai berikut:
- Komplek Pemda Sumber
- Taman Sumber Indah
- Pondok Mutiara Gedung
- Perumahan Cempaka Talun
- Pesona Regency Al Bahjah
- Wilayah Karangasem plumbon
- Wilayah Kedungsana/GKBI Plumbon
- Perumahan Dawuan. (Ghofar)










































































































Discussion about this post