KOTA CIREBON, (FC).- Bintang Populer (B-POP) adalah kompetisi pencarian bakat penyanyi yang pertama kali diadakan di kabupaten / kota se Indonesia.
Meskipun program ini menyadur konsep kompetisi kompetisi yang sudah ada seperti, Akademi Fantasi Indosiar, Pop start & indonesian Idol, bintang populer diyakini mampu melahirkan bintang baru yang mampu bersaing di blantika musik indonesia.
Director & Artist Mentor B-POP, George Melva mengatakan, Bintang Populer 2021 telah memulai tahapan pelaksanaan. Dari jumlah 300 peserta yang mendaftar, telah dilakukan seleksi untuk menjaring 50 besar.
“Untuk audisi babak 50 besar akan digelar tanggal 28 November 2021, jam 10.00 sampai selesai, bertempat di Studio Kaliandra RCTV Cirebon,” kata Melva kepada FC, Jumat (26/11).
Dijelaskan Melva, tujuan utama dari Bintang Populer adalah, memberikan wadah atau ruang kepada siapapun yang memiliki bakat bernyanyi, khususnya di dearah Ciayumajakuning, Brebes, Tegal, Pemalang, Subang dan sekitarnya agar mendapat kesempatan yang sama dalam proses pembinaan hingga pembekalan secara umum menjadi seorang penyanyi profesional.
Sebagai penggagas program ini, Radio Maritim Cirebon dan Merah Hitam Production, bekerja sama dengan RCTV Cirebon, Namaste Musik Indonesia, Team creative televisi Nasional dan didukung H.U Fajar Cirebon sangat optimis akan mewujudkan impian para penyanyi daerah, agar bisa mengembangkan potensi pribadinya, menjadi penyanyi profesional yang berkarakter dan layak menjadi idola baru indonesia.
Dari 50 besar itu panitia penyelenggara akan menjaring audisi menuju 25 besar, hingga berlanjut mengerucut menjadi 12 finalis Bintang Populer.
Untuk audisi babak 25 besar dilaksanakan pada 5 Desember 2021 bertempat di Studio Kaliandra RCTV Cirebon.
“Untuk mencari 12 finalis Bintang Populer, panitia penyelenggara mengadakan audisi terlebih dahulu untuk menyaring bakat peserta dengan sIstem penjurian,” kata Melva
Kategori penjurian tersebut disesuaikan dengan visi dan misi Bintang Populer dengan melibatkan beberapa pihak yang ikut membantu proses pelaksanaan event ini yang menjadi 3 team juri.

Sementara pada pelaksanaan konser eliminasi nantinya akan menunjuk 2 juri tetap dan 1 juri random.
Setelah melewati babak audisi, akan tersaring 12 peserta. Dari 12 finalis ini, akan ditawarkan kontrak karya eksklusif dari panitia penyelenggara yang berdurasi 12 bulan.
Dalam klausal kontrak tersebut terdapat agenda atau kegiatan peserta untuk mengikuti pelatihan dan pembekalan sebelum konser eliminasi.
Pelatihan dan pembekalan tersebut dilakukan dalam bentuk asrama finalis yang memiliki kurikulum materi pelatihan.
“12 finalis akan menjadi calon bintang dari hasil event Bintang populer yang siap di promosikan atau dipopulerkan,” jelas Melva, yang juga Ketua Panitia Penyelenggara B-POP 2021, sekaligus Guide Finalis.
Menutnya, menjadi seorang bintang tentu harus memiliki kesiapan dan membutuhkan banyak pembekalan dalam dirinya.
“Tugas panitia penyelenggara adalah membina, membentuk dan melahirkan Bintang baru dari hasil Event Bintang Populer ini,” tandasnya.
Tentu panitia penyelenggara akan melibatkan banyak orang yang akan terlibat sebagai pelatih, pemateri dan pembimbing sesuai dalam bidang masing masing di kurikulum karantina.
Juga akan ada ulasan informasi menarik dari 12 finalis ini diluar keikutsertaan di ajang B-POP 2021 melalui publikasi di Fajar Cirebon.
Mereka akan berbagi cerita, mulai dari latar belakang dan aktivitas keseharian mereka, motivasi mengikuti ajang Bintang Populer 2021 ini, dan sisi lainnya yang bisa menjadi inspirasi banyak orang.
Sementara itu, Chikin Muhammad, salah satu juri B-POP 2021 menjelaskan, pelaksanaan B-POP 2021 terbagi menjadi 3 gelombang audisi. “B-POP ini dimulai dari tanggal 6 November 2021 untuk audisi gelombang pertama sampai dengan 21 November 2021,” ungkapnya
Terdapat beberapa kriteria penilaian juri dalam setiap tahapan audisi, mulai dari olah vokal, karakter vokal, hingga penguasaan materi.
“Selain itu dari performance juga akan ada penilaiannya, dari kostum, penampilan dan sebagainya selain dari suaranya. Dan terakhir adalah improvisasi,” jelas Ckikin. (Andriyana)













































































































Discussion about this post