KAB. CIREBON, (FC).- Pemerintah Kecamatan Talun Kabupaten Cirebon merencanakan pembangunan “Kawasan Wisata Talun Ngangeni” untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa dan menggeliatkan perekonomian daerah.
Rencana tersebut ditargetkan dapat terwujud dalam 1-2 tahun mendatang.
“Dengan potensi desanya yang beragam kami akan membangun kecamatan Talun dengan pendekatan pariwisata,” kata Camat Talun, Abadi saat menggelar Forum Group Discussion (FGD) Wisata Talun Ngangeni (WAG) di Royal Golf Ciperna, Kamis (25/11).
Dalam acara FGD itu juga dibentuk Tim Akselerasi Pembangunan Kecamatan Talun.
Tim ini ditetapkan melalui SK Camat Talun yang melibatkan unsur pemerintah, akademisi, media, pengusaha, serta tokoh masyarakat.
Konsep Pentahelix yang digagas Kecamatan Talun ini bisa menjadi trigger dalam pembangunan pariwisata Kabupaten Cirebon dari mulai tingkat kecamatan.
“Mari kita bareng-bareng wujudkan Wisata Talun Ngageni. Memang mudah ucapnya, berat nyangganya. Tapi sebesar apapun tujuan kalau kita membangunnya bersama-sama Insya Allah jadi ringan,” ucap Abadi.
Miliki Beragam Potensi Wisata
Talun adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Cirebon yang memiliki 11 desa, yaitu Desa Cempaka, Ciperna, Cirebon Girang, Kepompongan, Kerandon, Kecomberan, Sampiran, Wanasaba Lor, Wnasaba Kidul, Kubang, dan Desa Sarwadadi.
Desa-desa di kecamatan Talun memiliki beragam potensi wisata, mulai dari wisata alam dan buatan, wisata religi, wisata sejarah, dan wisata olahraga.
Juga wisata kuliner di sepanjang Jalan Ir. Soekarno yang diproyeksikan menjadi destinasi wisata kuliner berbasis alam.
“Sekarang sudah banyak tumbuh pusat-pusat kuliner, kefe-kafe, dan rumah makan di sepanjang jalan Soekarno dari lampu merah Mountoya sampai pertigaan Ciperna. Itu sudah banyak,” kata Camat Talun
Dalam diskusi FGD itu, Camat meminta para kuwu untuk mempertajam dan menguatkan penyusunan konsep pariwisata berdasarkan potensi desanya masing-masing.
Sehingga akan diperoleh gambaran mapping yang akan diselaraskan dengan Rencana Induk Pariwisata Kabupaten (Riparkab) yang tengah disusun Pemerintah Kabupaten Cirebon.
Pemerintah Desa Kubang misalnya, merencanakan membangun Wisata Tubing dengan memanfaatkan potensi sumber daya alamnya.
Bahkan pemerintah desa sudah memiliki dokumen Detail Enginering Design (DED) namun terkendala pandemi sejak tahun lalu menjadi terhenti kelanjutannya.
Kepala Bidang Pariwisata Disbudpar Kabupaten Cirebon, Nana Mulyana saat menghadiri acara FGD ini memberikan pengarahan kepada para Kuwu.
“Di acara ini ada kelompok pembahasan, sehingga perlu juga arahan bagaimana cara menyusun narasi proposal. Karena proposal ini akan kami bawa ke Kemenpar,” ujarnya
Pada bulan Desember mendatang, lanjut Nana, para Kuwu akan membahas kegiatan Musrenbang tingkat Kabupaten Cirebon.
Momentum ini menjadi kesempatan bagi para kuwu untuk mematangkan rencana pembangunan wisata.
“Ini satu kesempatan kalau memang kata hati potensi pariwisata dibangun, Musrenvbang pun harus sepakat jangan melebar kemana-mana. Harus konsekuen,” tegas Nana.
Dari sisi geografis, Kecamatan Talun memiliki posisi wilayah yang strategis, memudahkan akses wisatawan dari luar kota karena dekat dengan akses pintu tol (Gerbang Tol Ciperna) dan Bandara Cakrabhuwana.

Wilayah Kecamatan Talun juga erdapat Royal Golf Ciperna yang merupakan satu-satunya padang golf di Ciayumajakuning dengan jumlah kunjungan 1000 orang pegolf perbulan.
Sejalan rencana pembangunan kawasan Wisata Talun Ngangeni, pengelola Royal Golf Ciperna ternyata juga di tahun 2022 berencana merevitalisasi sarana dan prasarana.
Diantaranya merevitalisasi kolam renang yang dulu pernah melahirkan atlit renang nasional Catherine Surya asal Kecamatan Talun peraih 5 medali emas di PON XIV 2006.
Selain itu, pengelola Royal Golf Ciperna akan membangun area Wisata Glamping dengan konsep Agrowisata, serta membangun sentra UMKM yang akan melengkapi Kawasan Wisata Talun.
Acara FGD Wisata Talun Ngangeni yang menarik ini dihadiri juga oleh pimpinan Royal Golf Ciperna, serta utusan dari Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN) selaku pengelola aset Royal Golf Ciperna sejak tahun 2020.
Acara FGD Wisata Talun Ngangeni ini dihadiri juga oleh Ketua PHRI Kabupaten Cirebon, Ketua KADIN Kabupaten Cirebon, perwakilan dari Universitas Gunung Jati (UGJ), Kabid Pariwisata Disbudpar Kabupaten Cirebon, para pemilik resto dan kafe di kecamatan Talun, serta para stakeholder pendukung kepariwisataan. (Andriyana)














































































































Discussion about this post