KOTA CIREBON, (FC).- Dalam rangkaian puncak Hari Pers Nasional (HPN) dan pelantikan kepengurusan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Cirebon periode 2021-2024, diberikan juga sejumlah penghargaan kepada pejabat dan tokoh-tokoh masyarakat.
Kegiatan digelar ballroom disebuah hotel Jalan Siliwangi Kota Cirebon, pada Rabu (16/3). Hadir pada kesempatan itu, Walikota Cirebon Nashrudin Azis, Wakil Walikota Cirebon Eti Herawati, Bupati Cirebon Imron Rosyadi, Kapolresta Cirebon Kombes Arif Budiman, Kapolres Ciko AKBP M Fahri siregar, Ketua PWI Jabar Hilman Hudayat, Ketua PWI Cirebon M Alif Santosa, Forkompimda dan undangan lainnya.
Wali Kota Cirebon Nashrudin Azis mendapatkan penghargaan PWI Cirebon, karena dinilai sebagai fasilitator percepatan pembangunan daerah. Kota Cirebon di bawah kepemimpinannya menjelma menjadi daerah yang maju. Penghargaan untuk Azis diserahkan langsung Ketua PWI Jawa Barat, Hilman Hidayat.
“Saya berterima kasih kepada PWI Cirebon atas penghargaan yang diberikan kepada saya, Bu Wakil Wali Kota, dan Pak Sekda,” ungkap Azis usai acara.
Menurut Azis, penghargaan tersebut harus menjadi motivasi bagi pihaknya untuk terus meningkatkan kinerja dalam menjalankan roda pemerintahan di Kota Cirebon.
“Penilaian sekaligus apresiasi dari PWI Cirebon terhadap kami tentu harus menjadi pelecut semangat untuk meningkatkan kinerja,” tuturnya.
Di sisi lain, Azis mengucapkan selamat atas pelantikan kepengurusan PWI Cirebon periode 2021-2024. Ia berharap PWI Cirebon dapat membawa perubahan ke arah yang lebih baik bagi dunia media massa.
“Sinergitas PWI Cirebon dengan penyelenggara pemerintahan di daerah akan jadi modal penting untuk menyukseskan program pembangunan,” terangnya.
Wakil Walikota Cirebon Eti Herawati yang juga mendapatkan penghargaan, mengaku bangga dan berterima kasih atas penghargaan yang diberikan oleh PWI Cirebon sebagai inspirator kiprah politik perempuan.
“Kami juga mendoakan agar PWI Cirebon terus berkembang, maju, dan sukses. Mari bersama-sama membangun kota yang kita cintai ini melalui perannya masing-masing,” katanya.
Selain Walikota dan Wakil Walikota, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Cirebon Agus Mulyadi, atau yang akrab disapa Gusmul juga mendapatkan PWI Cirebon Award 2022 sebagai akselerator program vaksinasi nasional.
Di tempat yang sama, Ketua PWI Jawa Barat, Hilman Hidayat mengingatkan, peran media massa, khususnya media massa mainstream, sebagai watchdog. Pihaknya menyesalkan fenomena media massa yang bertindak sebagai pengekor, bukan sebagai watchdog.
Ketua PWI Jawa Barat terutama merujuk kedekatan media massa dengan pemerintah, yang menurutnya berisiko mengaburkan objektivitas dan independensi.
“Apa yang dikatakan pemerintah itu benar, kalau begitu media bukan lagi watchdog, tapi pengekor,” ungkap Hilman.
Kendati demikian, pihaknya mengapresiasi jurnalisme kemitraan, termasuk dengan pemerintah. Namun, kemitraan tersebut tidak lantas menjadikan media massa sebagai media partisan hingga membenarkan apapun yang disampaikan mitra, salah satunya pemerintah.
Jurnalis diingatkannya untuk selalu mengecek fakta di lapangan, ketimbang mengandalkan pernyataan pemerintah atau mitra. “Jurnalisme kemitraan itu penting, tapi kalau jadi media partisan (media massa) akan kehilangan rohnya sebagai watchdog,” cetusnya.
Karena itu, pihaknya mengingatkan jurnalis, terutama yang tergabung dalam PWI, untuk menjaga kontrol sosial dengan mengingat perannya sebagai watchdog. PWI juga merupakan organisasi profesi bukan nirlaba, yang harus menjaga independensi.
“Kontrol sosial harus dijaga, kalau media mainstream mandul dan jadi media partisan, kita akan kehilangan roh independensi.Sebagai jurnalis wajib melaksanakan Kode Etik Jurnalistik dengan baik,” ucapnya mengakhiri.
Dalam HPN 2022 ini, PWI Cirebon mengusung tema “Kemanusian Melampaui Berita”. Tiga kata itu, bagi PWI Cirebon adalah intisari dari jurnalisme kemanusiaan. Jurnalisme yang dibangun dengan rasa kemanusian. Memposisikan nilai-nilai etik manusia pada level tertinggi. (Agus)
















































































































Discussion about this post