KOTA CIREBON, (FC).- Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Amanat Nasional (PAN) Kota Cirebon mulai mematangkan persiapan pelaksanaan Musyawarah Cabang (Muscab) PAN tingkat kecamatan dengan menggelar interview calon formatur.
Kegiatan tersebut berlangsung di Kantor DPD PAN Kota Cirebon, Jalan Evakuasi dan diikuti oleh 30 kader dari berbagai kecamatan di Kota Cirebon, Jumat (20/6).
Interview calon formatur ini menjadi salah satu tahapan penting dalam proses penjaringan figur-figur yang akan mengemban amanah memimpin kepengurusan PAN di tingkat Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Kecamatan pada periode mendatang.
Melalui proses tersebut, PAN ingin memastikan kepengurusan yang terbentuk nantinya memiliki kualitas kepemimpinan, kemampuan organisasi, serta komitmen kuat dalam memperkuat eksistensi partai di tengah masyarakat.
Selama proses interview, para peserta mendapatkan berbagai pertanyaan terkait pengalaman berorganisasi, pemahaman terhadap visi dan misi partai, strategi penguatan kaderisasi, hingga langkah-langkah yang akan dilakukan untuk meningkatkan peran PAN di wilayah masing-masing.
Sekretaris DPD PAN Kota Cirebon, Anton Octavianto mengatakan tahapan interview merupakan bagian dari komitmen PAN dalam membangun organisasi yang modern, profesional, dan berbasis pada kualitas sumber daya kader.
Menurutnya, proses seleksi tidak hanya bertujuan mencari sosok yang mampu memimpin secara administratif, tetapi juga figur yang memiliki kemampuan membangun komunikasi dengan masyarakat serta mampu menggerakkan roda organisasi secara aktif dan berkelanjutan.
“Melalui interview ini, kami ingin memastikan calon formatur yang akan memimpin kepengurusan di tingkat kecamatan memiliki kapasitas organisasi, loyalitas terhadap partai, serta semangat untuk terus membesarkan PAN di Kota Cirebon,” ujar Anton kepada About Cirebon.
Ia menegaskan, Musyawarah Cabang merupakan momentum strategis bagi partai untuk melakukan regenerasi kepemimpinan sekaligus memperkuat konsolidasi internal hingga ke tingkat akar rumput. Oleh karena itu, seluruh proses penjaringan dilakukan secara terbuka dan mengedepankan prinsip demokrasi organisasi.
“Regenerasi merupakan hal yang sangat penting bagi keberlangsungan organisasi. PAN ingin memberikan ruang kepada kader-kader terbaik untuk tampil dan mengambil peran dalam kepemimpinan partai. Dengan begitu, organisasi akan terus berkembang dan mampu menjawab dinamika politik yang terus berubah,” katanya.
Anton juga mengapresiasi tingginya minat kader untuk mengikuti proses penjaringan calon formatur. Kehadiran 30 peserta dalam tahapan interview dinilai menjadi indikator semangat kaderisasi dan loyalitas kader PAN di Kota Cirebon masih sangat kuat.
Menurutnya, antusiasme tersebut menjadi energi positif bagi partai dalam menghadapi berbagai agenda politik maupun program pelayanan kepada masyarakat ke depan.
“Kami melihat antusiasme yang sangat baik dari para kader. Ini menjadi modal penting bagi PAN untuk terus memperkuat struktur organisasi hingga tingkat kecamatan dan semakin dekat dengan masyarakat,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Anton menjelaskan penguatan struktur partai hingga tingkat kecamatan memiliki peran penting dalam mendukung berbagai program organisasi, mulai dari kaderisasi, pendidikan politik, hingga penyerapan aspirasi masyarakat secara langsung.
Dengan struktur yang solid dan aktif, PAN diharapkan dapat semakin responsif terhadap berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat serta mampu menghadirkan solusi melalui jalur politik yang konstruktif.
DPD PAN Kota Cirebon berharap proses Muscab kali ini dapat menghasilkan formatur-formatur terbaik yang memiliki integritas, kapasitas, dan dedikasi tinggi terhadap partai maupun masyarakat.
“Harapan kami, dari proses ini lahir kepengurusan yang semakin kuat, solid, dan mampu membawa PAN Kota Cirebon menjadi organisasi yang lebih maju serta semakin dipercaya masyarakat,” tuturnya.
Setelah tahapan interview selesai dilaksanakan, proses Musyawarah Cabang PAN se-Kota Cirebon akan berlanjut ke tahapan berikutnya sesuai mekanisme dan jadwal yang telah ditetapkan oleh Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PAN.
“Hasil dari proses tersebut nantinya akan menjadi dasar dalam pembentukan kepengurusan baru di tingkat kecamatan sebagai bagian dari upaya memperkuat mesin organisasi partai menjelang berbagai agenda politik mendatang,” pungkas Anton. (Agus)












































































































Discussion about this post