KAB. CIREBON, (FC).- Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Cirebon mengerahkan satu alat berat untuk membersihkan sampah liar di jalan Arjawinangun – Jagapura, tepatnya di Desa Jungjang, Kecamatan Arjawinangun.
Diketahui, bermula sampah dengan jumlah yang sedikit itu ada sejak bulan Januari lalu hingga bulan Maret ini kondisinya sudah sangat overload, maka Dinas Lingkungan Hidup terpaksa turun tangan dengan mengerahkan satu alat berat untuk membersihkan sampah yang berada di bahu jalan tersebut.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Cirebon, Iwan Ridwan Hardiawan melalui Kepala Bidang Kebersihan dan Pertamanan, Fitroh Suharyono yang disampaikan Pengawas Lingkungan Hidup Ahli Muda, Teguh Budiman mengatakan, tumpukan sampah liar di bahu jalan Arjawinangun – Jagapura itu ada sejak awal tahun lalu, tepatnya bulan Januari kemarin.
Sampah-sampah itu diketahui berasal dari pengguna jalan, baik dari arah pasar Jungjang ,maupun sebaliknya, pasalnya kondisi tumpukan sampah berada di dua sisi bahu jalan.
Pasalnya, aku Teguh, Pemdes setempat sudah mensosialisasikan kepada warganya untuk tidak membuang sampah sembarangan.
“Awal Januari masih sebatas satu dua plastik saja sampah di bahu jalan itu, tetapi dengan waktu hanya tiga bulan sampahnya sudah langsung menggunung, akhirnya kita bersihkan. Kita kerahkan satu alat berat, dan sampah yang berhasil kita dibuang ke tempat pembuangan akhir sampah (TPAS) kurang lebih 90 ton, karena kita hitung ada 15 armada yang mengangkut sampah itu,” kata Teguh kepada FC melalui sambungan telepon selularnya, Rabu (16/3).
Menurutnya, padalah di sekitar bahkan lokasinya tidak jauh dari tumpukan sampah liar ada TPS milik desa setempat, namun warga atau masyarakat ini malas untuk mebuang sampah pada tempatnya.
“Pembersihan sampah yang dilakukan kita hanya memerlukan waktu satu hari. Ke depan Pemdes Jungjang akan memanfaatkan lahan bekas sampah liar itu akan ditanami pepohonan, yang tujuannya adalah agar tidak tumbuh sampah-sampah lagi,” paparnya.
Pihaknya mengimbau, kepada masyarakat buanglah sampah pada tempatnya (TPS). Bila perlu sebelum dibuang ke tempat pembuangan sampah, sampah dari rumah sudah dipilah pilih, karena menurutnya, sampah itu ada nilai ekonomisnya.
“Tidak semua sampah itu adalah sampah, tetapi ada nilai ekonomisnya. Maka sebeelum dibuang dipilah pilih dulu. Dan yang paling penting adalah buanglah sampah pada tempatnya, bukan di sembarang tempat,” tukasnya. (Ghofar)
















































































































Discussion about this post