KAB. CIREBON, (FC).- Rencana pengembangan kawasan wisata di sekitar Plangon Kecamatan Sumber Kabupaten Cirebon, kembali menuai perhatian serius dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) setempat.
Meski pembangunan saat ini diklaim tidak menyalahi aturan, aspek lingkungan menjadi kekhawatiran utama terkait potensi dampak bagi warga di wilayah bawah bukit.
Hal ini mengemuka setelah Komisi III DPRD Kabupaten Cirebon melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi tersebut pada Rabu (14/1).
Sidak dilakukan menyusul keresahan masyarakat terkait isu pembangunan mini zoo di area perbukitan Plangon.
Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Cirebon, Anton Maulana, mengungkapkan bahwa di lapangan, pihaknya hanya menemukan pembangunan fisik berupa rumah makan dan masjid.
“Secara perizinan, yang kami temukan di lapangan hanyalah pembangunan rumah makan dan masjid. Tidak ada mini zoo seperti yang ramai dibicarakan,” ujar Anton.
Meski demikian, Anton menilai kekhawatiran masyarakat cukup beralasan. Pasalnya, luas lahan yang dikuasai oleh pihak investor, PT Sumber Wisata Plangon, mencapai sekitar 30 hektare, memicu spekulasi adanya pengembangan wisata skala besar di masa mendatang.
“Isu mini zoo ini muncul karena memang ada konsep wisata, termasuk penempatan satwa kecil di sekitar restoran. Itu yang perlu dikomunikasikan secara terbuka agar tidak menimbulkan salah paham,” tambahnya.
Dalam sidak tersebut, Anton juga menyoroti adanya aktivitas penebangan pohon. Ia mengingatkan, pembangunan di wilayah perbukitan memiliki risiko ekologis tinggi, terutama potensi bencana banjir dan longsor.
“Kami minta investor bertanggung jawab. Pohon yang ditebang harus diganti dengan tanaman yang memiliki daya serap air tinggi. Jangan sampai dampaknya justru dirasakan warga di bawah bukit,” tegasnya.
Anton menekankan bahwa regulasi tata ruang yang memperbolehkan pengembangan wisata di Plangon tidak boleh mengesampingkan keberlanjutan lingkungan.
“Beberapa waktu lalu sempat terjadi banjir di wilayah bawah. Jangan sampai kejadian itu terulang akibat pembangunan di atas,” ujarnya.
Di sisi lain, pemilik lahan sekaligus investor, Siti Ukari, memastikan bahwa pembangunan yang berlangsung saat ini baru sebatas restoran dan masjid di atas lahan seluas lebih dari satu hektare.
“Mini zoo belum ada. Itu masih sebatas rencana dan bergantung pada iklim investasi ke depan,” kata Siti. Ia berjanji semua rencana pengembangan jangka panjang akan disesuaikan dengan aturan dan tetap memperhatikan aspek lingkungan. (Suhanan)











































































































Discussion about this post