Pada masa penerapan AKB ini, lanjut Wagub, tempat ibadah, pusat perbelanjaan sudah kembali dibuka, terkecuali bioskop, karaoke masih harus tutup. Ada 15 dari 27 kota/kabupaten di Jawa Barat sedang melaksanakan AKB ini.
Dalam kesempatan diskusi webinar ini, Uu menjelaskan, ada 3 benteng yang menjadi pertahanan dalam pencegahan covid-19 yang dijalankan Pemprov Jabar pada masa AKB, yaitu keharusan menerapkan PHBS (Pola Hidup Bersih dan Sehat), melaksanakan rapid tes yang hingga kini sudah dilakukan terhadap 160.000 warga di Jawa Barat.
“Kemudian juga yang menjadi benteng pertahanan kami adalah pelayanan kesehatan yang cepat, dimana insan-insan kesehatan diberikan pemahaman, diberikan pelatihan, termasuk alat-alat kesehatan yang dibutuhkan kami berusaha untuk disediakan,” tegasnya lewat video conference.
Dalam melaksanakan program pencegahan covid-19 di masa AKB tersebut, Pemprov Jabar melakukan beberapa strategi, antara lain pro aktif melakukan edukasi di masyarakat. “Termasuk meminta bantuan para kyai dan para ulama agar dalam setiap penyampaian memberikan pengertian kepada tokoh-tokoh masyarakat,” jelasnya
Selain itu, gugus tugas penanganan covid-19 harus melakukan MoU dengan pihak mall, atau pabrik untuk melaksanakan aturan yang telah ditentukan Pemprov Jabar. Jika tidak mentaati, maka akan dilakukan penutupan kembali.
Strategi lainnya yang dijalankan Pemprov Jabar yaitu kolaboratif antara pemerintah, swasta dan masyarakat. “Sehingga diharapkan Jawa Barat menjadi provinsi yang terbaik, terhebat dalam menangani kasus covid-19 ini,” tukas Uu. (Andriyana)












































































































Discussion about this post