KAB. CIREBON (FC).- Jembatan yang menghubungkan akses transportasi antara Desa Cigobang Kecamatan Pasaleman dengan Desa Waledkota Kecamatan Waled Kabupaten Cirebon, ambruk pada Senin dini hari (14/3) sekitar pukul 02.00 WIB.
Akibat ambruknya jembatan yang melintas di atas sungai Cisanggarung itu, jalur alternatif penghubung tiga kecamatan tersebut lumpuh.
Salah seorang warga setempat, asal Blok Gardu Desa Waledkota, Nana mengungkapkan, ambruknya jembatan alternatif penghubung antara Kecamatan Pasaleman dengan Kecamatan Waled dan Kecamatan Pabuaran tersebut bermula saat Sungai Cisanggarung mengalami luapan yang cukup dahsyat pada Minggu malam (13/3).
Bahkan hingga meluap ke pemukiman warga hingga ketinggian 1 meter, kondisi arus sungai yang cukup deras membuat jembatan Cigobang tersebut terseret arus pada senin dinihari.
“Kejadiannya pas Senin dinihari, waktu itu Sungai Cisanggarung banjir sampai meluap ke pemukiman warga setinggi 1 meteran,” ungkapanya kepada FC, Selasa (15/3).
Ditambahkan Nana, jembatan penghubung alternatif tersebut merupakan hasil swadaya masyarakat yang sudah didirikan sejak puluhan tahun lalu.
Tujuannya sebagai jalur alternatif bagi penyebrang pejalan kaki dan kendaraan roda dua baik dari Kecamatan Pasalaman ke Kecamatan Waled maupun Kecamatan Pabuaran atau sebaliknya.
Menurutnya sehari-harinya jumlah kendaraan yang melintas di jembatan tersebut jumlahnya ratusan, karena daripada harus lewat jembatan utama yang berada di Desa Cilengkrang lebih dari 7 kali lipat jaraknya.
“Kendaraan yang melintas ratusan, sementara masyarakat yang biasa melintas dari jembatan ini harus mutar ke jembatan utama di Desa Cilengkrang, “jelasnya.
Terkait dengan rencana ke depan apakah jembatan tersebut akan dibangun kembali atau bagaimana, dirinya belum bisa memastikan.
Namun harapan dia karena banyaknya masyarakat dari tiga kecamatan di wilayah timur Kabupaten Cirebon tersebut adalah agar mendapatkan perhatian dari pemerintah untuk dibangunkan jembatan yang permanen, bila perlu yang bisa dilintasi juga oleh kendaraan roda empat.
“Belum tahu ke depan akan dibangun lagi atau tidak, yang pasti banyak masyarakat yang membutuhkan keberadaan jembatan ini,” terang Nana. (Nawawi)
















































































































Discussion about this post