KUNINGAN, (FC).- Terpilihnya Daniel Mutaqien secara aklamasi sebagai Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat dalam Musda XI dinilai mencerminkan upaya menjaga soliditas internal partai.
Pandangan tersebut disampaikan Toto Izul Fatah dalam keterangan tertulis, Sabtu (11/4). Ia menilai proses aklamasi menunjukkan adanya kesepahaman internal untuk menghindari potensi konflik.
“Ini bukan sekadar aklamasi, tetapi pilihan untuk menjaga kekuatan partai,” ujarnya.
Menurut Toto, aklamasi umumnya terjadi karena dua faktor, yakni dominasi figur atau kesadaran kolektif untuk menghindari perpecahan. Dalam konteks ini, keduanya dinilai berperan.
Ia menyebut Jawa Barat sebagai wilayah politik strategis yang memiliki pengaruh besar secara nasional, sehingga stabilitas internal partai menjadi faktor penting dalam menjaga kekuatan elektoral.
Daniel Mutaqien dinilai memiliki pengalaman organisasi yang cukup serta memahami dinamika partai. Hal tersebut menjadi salah satu pertimbangan dalam proses aklamasi.
Selain itu, posisi Daniel dinilai dapat menjadi penghubung berbagai kepentingan di internal partai, sehingga mampu menjaga konsolidasi.
Meski demikian, Toto menegaskan bahwa aklamasi bukan akhir, melainkan awal dari tantangan kepemimpinan.
Daniel diharapkan mampu merangkul seluruh elemen partai, memperkuat struktur hingga ke tingkat bawah, serta menjaga relevansi partai di tengah perubahan karakter pemilih.
“Ke depan, tantangannya adalah memastikan soliditas ini bisa berujung pada penguatan elektoral,” katanya.
Ia menambahkan, keberhasilan kepemimpinan akan ditentukan oleh kemampuan mengelola konsolidasi dan menjawab dinamika politik yang terus berkembang. (Angga)













































































































Discussion about this post