MUNADI, (FC).- Patilasan Nyi Rambut Kasih di Kabupaten Majalengka menjadi salah satu lokasi yang dikunjungi oleh Gubernur Jabar Ridwan Kamil untuk diambil air dan tanahnya pada Kamis kemarin. Seperti diketahui, air dan tanah itu dibawa Kang Emil sapaan akrabnya untuk dibawa memenuhi undangan Presiden Jokowi dalam serangkaian kegiatan di calon Ibu Kota Negara (IKN) baru Nusantara di Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Minggu (13/3).
Kang Emil membawa air dan tanah yang akan disatukan dengan tanah air lainnya dari semua provinsi di Indonesia. Dari Jawa Barat sendiri, Emil mengambil air dan tanah dari 27 kota/kabupaten di wilayahnya. Ada yang dari Masjid Agung, air dari gunung maupun dari air keramat.
Di Majalengka, Patilasan Nyi Rambut Kasih yang berada di Bukit Leuwilenggik RT.17/09, Kelurahan Sindangkasih, Kecamatan Majalengka dipilih sebagai tempat pengambilan air dan tanah. Konon, air dan tanah tersebut dikeramatkan oleh warga sekitar dan masyarakat Majalengka pada umumnya.
Juru Kunci (kuncen) Patilasan Nyi Rambut Kasih, Abah Saki (55) mengatakan, ada sekitar 3 orang yang mengunjungi patilasan pada Minggu lalu. Namun saat itu, ia tak mendampinginya karena berada di lain tempat.
Saki pun tak mengetahui secara pasti terkait pengambilan air dan tanah di Komplek Petilasan Nyi Rambut Kasih.
“Iya ada informasi, kabarnya tuh ada tamu orang Talaga. Tapi tujuannya pengen mandi katanya. Ada 2 orang datang ke sini. Terus sama dari Dinas Pariwisata 1 orang juga ke sini. Tapi saya gak ikut, soalnya lagi ngurus padi, lagi panen. Mereka cuma minjem kunci aja ke saya,” ujar Abah Saki kepada awak media, Senin (14/3).
Abah Saki pun tak mengetahui detail berapa liter air yang dibawa dan di titik mana tanah yang diambil.
“Kalau air mah diambilnya dari sumur Cikahuripan, soalnya kalau air pasti dari sana. Itu sumbernya dari bawah, gak bakal kekeringan sumurnya. Tapi kalau tanah saya gak tau, soalnya kan nggak mendampingi. Ada 3 orang yang datang ke sini itu katanya ada yang dari Jakarta pengen bawa tanah sama air dari sini,” ucapnya.
Terpisah, seorang pegawai di Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Majalengka, membenarkan, bahwa pada Kamis kemarin dari pihak Dinas Parbud mendampingi utusan dari Provinsi Jabar untuk mengambil tanah dan air dari Patilasan Nyi Rambut Kasih. Tujuan dari pengambilan tanah dan air tersebut untuk dibawa ke calon Ibu kota baru yang berlokasi di Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur.
“Ya benar ada yang datang ke Majalengka minta di antar mengambil air dan tanah dari Komplek Patilasan Nyi Rambut Kasih. Cuman saya saya sendiri ga banyak berdiskusi dengan orang tersebut,” pungkas seorang pegawai Dinas Parbud yang mohon namanya jangan di publis. (Munadi)















































































































Discussion about this post