INDRAMAYU, (FC).- Aksi ratusan warga yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat se-Kecamatan Krangkeng di depan gerbang PT Sun Bright Lestari, Kabupaten Indramayu, berlangsung ricuh, Rabu (27/8/2025)
Kericuhan terjadi ketika massa mencoba merangsek masuk ke area pabrik, namun dihalau petugas. Aksi saling dorong antara petugas dan masa aksi pun tak terhindarkan, bahkan beberapa demonstran melempar sandal dan botol air mineral ke arah aparat.
Kericuhan berhasil mereda setelah manajemen perusahaan menemui para pendemo dan menyatakan kesediaannya untuk memenuhi seluruh tuntutan.
Koordinator Aliansi, Abdul Mufid, mengatakan aksi tersebut digelar untuk mendesak perusahaan agar memprioritaskan tenaga kerja lokal.
Ia menyebut ada 10 tuntutan yang disuarakan, di antaranya memaksimalkan perekrutan pekerja dari Kecamatan Krangkeng, membuka akses transparan untuk penerimaan tenaga kerja, menghapus pungutan liar (pungli) dalam proses rekrutmen, serta menghilangkan persyaratan yang dinilai memberatkan warga setempat.
“Banyak laporan masyarakat yang ditolak bekerja karena alasan tak punya skill, harus MCU (medical check-up), atau tidak bisa bahasa Taiwan. Padahal mereka warga sekitar. Ada juga dugaan pungutan liar (pungli), jumlahnya bervariasi, mulai Rp400 ribu hingga Rp7 juta,” ujar Abdul Mufid
Dalam hal ini, pihaknya mendesak agar perusahaan tidak melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) sepihak dan memberikan pelatihan bagi warga yang belum memiliki keterampilan.
“PHK jangan dilakukan secara semena-mena. Terakhir, perlu diadakan pelatihan kerja bagi yang masih non-skill,” terangnya.
Mufid menyampaikan, seluruh tuntutan telah dipenuhi oleh pihak perusahaan. Namun, jika kejadian serupa kembali terjadi, massa mengancam akan menggelar aksi lanjutan dengan jumlah peserta yang lebih besar.
“Harapannya seluruh tuntutan diakomodir agar warga kami bisa mendapat akses kerja di perusahaan yang berdiri di wilayah mereka sendiri,” tegasnya. (Agus Sugianto)











































































































Discussion about this post