KAB. CIREBON, (FC).- Bupati Cirebon H Imron turun gunung berkeliling menggunakan sepeda motor ke sejumlah desa di Kecamatan Greged.
Aksi Bupati Imron menampung keinginan masyarakat dan para kuwu sambil menunggangi sepeda motor ini, kali pertama dilakukan, Kamis (24/3).
Bupati pun memboyong sejumlah Satuan Kerja Pemerintah Daerah (SKPD).
Acara yang diisi dialog interaktif tersebut, salah satunya yang disampaikan Kuwu Jatipancur, Wawan Suhandi.
Menurutnya, sebagian besar lahan pertanian membutuhkan aliran air yang mencukupi, namun saluran tersebut rusak, sehingga butuh perbaikan.
“Diharapkan, kunjungan Pa Bupati bersama SKPD dapat segera realisasikan perbaikan saluran tersebut,” paparnya.
Dirinya mengucapkan terima kasih pada Pa Bupati bersama SKPD dan rombongan yang berkenan datang ke desa ini juga desa lain di Kecamatan Greged.
“Besar harapan kami, keluhan warga dan para kuwu dapat direalisasikan. Mengingat, sangat diperlukan seluruh elemen masyarakat,” harapnya.
Menanggapi keluhan tersebut, Bupati Cirebon, H Imron mengungkapkan, touring bersama SKPD ini dalam rangka Hari Jadi (Harjad) ke 540 Kabupaten Cirebon sekaligus menampung aspirasi masyarakat.
“Sebagian besar masyarakat menginginkan infrastruktur yang memadai, akan tetapi keterbatasan anggaran yang ada, maka secara bertahap akan dilakukan perbaikan,” ungkapnya.
Masih dikatakan Imron, Covid-19 berdampak pada minimnya pembangunan daerah, karena sebagian besar untuk penanganan dan pencegahan Covid-19.
“Untuk saluran yang ada di Desa Jatipancur, nanti dilihat dulu kewenangan siapa. Apakah kabupaten, provinsi atau pusat. Jika kewenangan daerah, akan dianggarkan. Tapi bila kewenangan provinsi atau pusat, akan kami komunikasikan, agar dapat diperbaiki, guna meningkatkan hasil tanam para petani,” ujarnya.
Imron memaparkan, tidak hanya aspirasi masyarakat dan para kuwu yang ditampung. Namun, meninjau langsung kegiatan vaksinasi dan memberikan sembako juga memberikan langsung KTP Elektronik pada warga jompo.
“Untuk pencetakan administrasi dasar kependudukan saat ini baru tiga kecamatan, salah satunya Kecamatan Losari.
“Sebagai wilayah perbatasan Jawa Tengah, kecamatan tersebut menjadi skala prioritas untuk mencetak surat administrasi kependudukan. Mengingat, salah satu lokasi yang jauh dari pusat pemerintahan (Sumber,-red) dan diharapkan, dapat menjadi administrasi kependudukan terbaik di Kabupaten Cirebon,” paparnya.
Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Cirebon, H Iman Supriadi menambahkan, pencetakan administrasi kependudukan dasar bisa dilakukan di kecamatan, namun masih secara bertahap.
“Saat ini baru untuk kecamatan yang berbatasan dengan provinsi, perbatasan kabupaten dan perbatasan kota. Setelah peralatan tersedia seluruhnya, dalam waktu dekat di 13 kecamatan kemudian kecamatan lain hingga seluruh kecamatan di Kabupaten Cirebon,” imbuhnya.
Dirinya mengharapkan, peran serta pihak desa dan kecamatan untuk update data warga. Agar, data valid dan satu pintu.
“Bila ada perubahan data, segera dilaporkan dan jika ada pendataan dari instansi lain supaya mengisi dengan benar,” himbaunya. (Nawawi)














































































































Discussion about this post