KAB. CIREBON, (FC).– PPKM Darurat telah memukul berbagai sektor usaha, tak terkecuali bisnis kuliner yang sangat terdampak akibat adanya larangan makan di tempat atau dine in.
Salah satu pemilik usaha kuliner di kawasan talun, Anton Octavianto mengatakan, dampak PPKM darurat sangatlah drastis.
“Waktu dibatasi, dine-in dilarang, omzet turun drastis sekitar 85 persen,” kata Anton, pemilik Kedai Kopi Manis, Minggu (11/7).
Meski tujuan dari PPKM untuk menekan angka kematian dan penularan Covid-19, para pengusaha berharap apabila, PPKM tidak akan diperpanjang lagi.
“Kita berharap PPKM tidak diperpanjang lagi setelah tanggal 20 nanti,” ujarnya.
Di tempat lain, seorang wanita penjual nasi jamblang, Arsih asal Kecamatan Tengahtani yang berjualan di kawasan Pasar Balong mengatakan, dirinya ingin agar pemerintah tidak memperpanjang PPKM saat ini. Sebab, hingga hari ini ia kesulitan mendapat pelanggan.
“Jangan diperpanjang lah, kita juga manusia bisa paham aturan. Kalau harus jaga jarak ya kita lakuin. Semua jalan disekat saya susah untuk mencari penghasilan. Sehari-hari saya cari nafkah di sini, walau ada yang beli tetap sangat sedikit dari biasanya,” bebernya.
Terbiasa ramai di malam hari, karena adanya pembatasan operasional dan penyekatan. Membuat dagangannya yang juga merupakan mengambil hutang dari orang harus kembali pulang ke rumah dalam jumlah yang banyak. (Sarrah)














































































































Discussion about this post