KAB. CIREBON, (FC).- Satu dari empat Anak Baru Gede (ABG) yang sedang berenang di sungai Cisanggarung tepatnya di Desa Kalibuntu, Kecamatan Pabedilan, Kabupaten Cirebon tenggelam dan terbawa arus sungai, Senin siang (7/6) sekitar pukul 11.30 WIB.
Meski beberapa temannya sempat menarik tangan korban, namun korban tak bisa terselamatkan. Sementara Tim Gabungan Basarnas Kabupaten Cirebon yang datang ke lokasi kejadian belum dapat menemukan jasad korban.
Anggota Koordinator Basarnas Kabupaten Cirebon, Edi Pamungkas mengungkapkan, pencarian korban dilakukan di sekitar tempat tenggelamnya korban dan menyisir sampai radius 1 KM.
Pada hari pertama pencarian, Tim Basarnas belum menemukan jasad korban dan pencarian akan dilanjutkan besok.
Rencananya pada pencarian di hari kedua tim akan menambah radius pencarian sesuai kondisi situasi esok hari, sementara pada malam hari tim akan melakukan pemantauan dari atas sungai.
“Karena waktu sudah petang, pencarian korban kami hentikan sementara dan akan dilanjutkan besok pagi,” paparnya.
Sementara Kapolresta Cirebon, Kombes M Syahduddi melalui Anggota Satpolair Polresta Cirebon, Iptu Marjoko menjelaskan hasil keterangan beberapa teman korban.
Kronologis kejadian berawal keempat ABG tersebut berenang di sungai Cisanggarung,. Diduga korban karena belum bisa berenang sehingga tenggelam dan sempat terseret arus,.
Teman-teman korban sempat melakukan pertolongan, namun karena kesulitan membuat korban terlepas dari tangan teman korban yang coba membantu menariknya.
“Teman korban sempat menolong korban dengan menarik tangan korban , namun karena arus lumayan deras sehingga tangan korban terlepas dan tenggelam,” ungkapnya.
Dijelaskannya, korban tenggelam diketahui bernama YF (13) warga Desa Kalimukti Kecamatan Pabedilan Kabupaten Cirebon. Korban berenang bersama teman-temannya, Faizal (13), Adid (15) dan Jepri (15).
Atas kejadian tersebut pihaknya bersama tim Basarnas gabungan akan melakukan pencarian di sekitar TKP tenggelamnya korban dan penyisiran tepi sungai sampai radius 1 KM.
“Kita melakukan pencarian secara bertahap, memang sungai mengalir deras namun lokasi sungai banyak kedung dan tumpukan sampah, sehingga kita pencarian awal di lokasi sekitar tenggelamnya korban dahulu,” terang Marjoko.
Terpisah , orang tua korban, Dasmin menjelaskan, korban adalah anak kedelapan dari delapan anaknya.
Dirinya merasa kaget ketika mendengar kabar kalau anaknya tenggelam di sungai Cisanggarung. Anaknya sepulang sekolah habis mengikuti tes semester pulang ke rumah hanya menyimpan tas dan langsung main, yang dirinya dengar bahwa anaknya tersebut diajak untuk belajar renang.
“Padahal tidak bisa renang dan belum pernah renang di sungai cisanggarung ini, kami berharap anak kami bisa segera ditemukan,” harapnya. (Nawawi)














































































































Discussion about this post