KAB. CIREBON, (FC).- Komisi II DPRD Kabupaten Cirebon dikabarkan mengelurakan surat permohonan bantuan CSR yang ditujukan kepada beberapa perusahaan yang ada di Kabupaten Cirebon.
Surat yang ditandatangani oleh Ketua Komisi II, Mad Saleh berisi tentang permintaan 100 buah baju batik, dan 200 buah parcel plus uang saku.
Selain itu, redaksi dalam surat tersebut berisi tentang sehubungan dengan datangnya bulan Suci Ramadan. Komisi II menganggap, saat menjelang Hari Raya Idul Fitri, banyak relasi, rekanan, dan karyawan yang mengharapkan Tunjangan Hari Raya (THR) kepada Komisi II.
Saat dikonfirmasi, Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Cirebon Mad Saleh mengaku telah menarik semua surat permohonan bantuan CSR yang beredar di beberapa perusahaan yang ada di Kabupaten Cirebon.
Dikatakanya, pihaknya membuat surat tersebut sebanyak 5 surat yang juga keseluruhannya telah dicabut kembali.
Mad Saleh menuturkan, surat tersebut dilayangkan 10 hari sebelum menjelang pelaksanaan puasa Ramadan.
Namun, karena dirasa ada kejanggalan atas isi surat tersebut, ia memerintahkan untuk segera mengklarifikasi kepada pihak perusahaan dan segera menarik surat itu.
“Kami sudah klarifikasi kepada perusahaan terkait, sore surat itu dikirimkan, besok siang kita sudah tarik lagi,” kata Mad Saleh saat dihubungi melalui sambungan telepon, Selasa (18/5).
Mad Saleh juga menyayangkan kepada pihak yang mencoba memplintir persoalan ini, ia menduga bahwa hal ini digulirkan oleh lawan politik yang dengan sengaja mencoba untuk menjatuhkan Komisi II dan juga dirinya secara pribadi.
“Surat yang beredar ini kan yang ditujukan ke PT Longrich, dan itu sudah tidak ada masalah karena kami sudah mengklarifikasi kepada Longrich. Jadi sebenarnya hal ini sudah clear, terus kenapa ini “digoreng” lagi. Saya yakin ini ulah dari oknum lawan politik kami,” tutur Mad Saleh.
Dirinya menjelaskan, dilayangkannya surat tersebut tidak ada maksud dan tujuan untuk kepentingan pribadi ataupun golongan.
Hal ini semata-mata, untuk kepentingan masyarakat, di mana dana CSR dari perusahaan haruslah diterima oleh masyarakat juga.
“Tidak ada maksud yang tidak baik, kita hanya mau tahu itu dana CSR larinya kemana. Dengan beredarnya surat itu, ini sudah jelas bahwa ada oknum pemain CSR yang merasa terusik, karena mungkin biasanya dia (oknum,-red) bermain CSR itu seorang diri,” ungkap Mad Saleh.
Politisi PKB ini juga meminta maaf kepada semua pihak yang merasa terganggu atas beredarnya surat tersebut.
Menurutnya, persoalan ini seharusnya sudah selesai jauh sebelum lebaran tiba, karena surat tersebut sudah ditarik kembali, dirinya juga memastikan tidak mendapatkan satu rupiah pun dari beredarnya surat itu. (Muslimin)













































































































Discussion about this post