KUNINGAN, (FC).- Sudah memasuki tahun ketiga, sejak tahun 2019, Arif salah seorang pemuda dari Desa Nanggela setiap memasuki bulan puasa berharap untung dari berjualan buah timun suri.
Arif mengaku timun suri yang dijualnya, didapat dari bandar-bandar yang berasal dari Indramayu, yang kemudian dijualnya di beberapa titik sekitar wilayah Pertigaan Mandirancan.
“Biasanya saya bisa habiskan sekitat 10-12 ton timun suri selama bulan puasa,” jelasnya kepada FC, Minggu (25/4).
Menurut Arif, timun suri yang dijualnya dikenal dengan sebutan Andin. Nama ini diambil dari salah satu tokoh cerita di sinetron yang sedang digandrungi masyarakat.
Penamaan ini bertujuan untuk mudah diingat dan menarik para pembeli mengunjungi tempatnya berjualan.
“Saya ambil dari Indramayu, terus saya jual ke lapak-lapak yang jualan di sekitar Mandirancan, ya bareng-bareng nyari untung biar bisa berlebaran semua,” lanjutnya.
Menurutnya, memasuki hari ke sepuluh bulan puasa ini, sudah menghabiskan sekitar 5 ton timun suri Andin.
Arif berharap, di masa pandemi Covid-19 ini, dirinya bersama para penjual timun suri yang dipasoknya masih bisa mengambil untung.
“Semoga seperti tahun-tahun sebelumnya, kami semua berharap bisa berlebaran bersama keluarga dari hasil jualan si Andin ini,” pungkasnya. (Bambang)













































































































Discussion about this post