MAJALENGKA, (FC).- Selama bulan Ramadan pengurus DKM Masjid Agung Al-Imam Majalengka menyediakan takjil atau menu berbuka untuk para jemaah musafir.
Bahkan, pengurus DKM sudah mulai menyediakan takjil sejak hari pertama puasa 1443 Hijriah. Hal ini dilakukan karena disamping Masjid salah satu tempat syiar agama, tentunya Masjid Al Imam yang letaknya persis di depan Alun Alun Majalengka akan menjadi tempat yang ramai disetiap sorenya menjelang berbuka.
Dari itu pihak DKM menyediakan ta’jil untuk masyarakat yang mampir dan tidak sempat berbuka puasa di rumah.
Ketua DKM Masjid Agung Al-Imam Majalengka, Abdul Gani mengatakan, takjil atau menu buka puasa itu berasal dari donasi pihak luar yang sengaja mengirim makanan untuk buka puasa bersama di masjid.
“Selama ini per hari DKM menyediakan sekitar 100 paket lebih tajil untuk berbuka. Namun mohon dimaklum menu takjil adanya sesuai kemampuan DKM dan yang diberikan oleh donasi. Di Al Imam ini selama satu bulan full akan kami sediakan ta’jil untuk berbuka,” ujar Abdul Gani kepada wartawan, Minggu (23/4).
Alasan pihaknya tetap menyediakan takjil berbuka puasa tidak lain karena, kedudukan dan letak Masjid Agung Al-Imam yang dekat dengan pusat pemerintahan serta kegiatan masyarakat.
Seperti diketahui, lokasi Masjid Agung Al-Imam dekat dengan Alun-alun Majalengka, Kantor Bupati Majalengka dan berada di titik sentral orang melewati pusat Kota Majalengka.
“Seperti tahun kemarin, takjil tetap ada. Apalagi, ini dekat dekat alun-alun, pasti banyak yang ngabuburit dan salat magrib di sini,” ucapnya.
Ia juga mengajak seluruh lapisan masyarakat dipersilakan buka puasa di Masjid Agung Al-Imam Majalengka. Tentu, selama persediaan paket takjil masih tersedia.
“Menu buka puasa itu berasal dari bantuan pihak-pihak luar yang mengirim makanan ke sini. Masyarakat yang mau buka puasa di sini bisa silakan tinggal datang selama masih ada takjil akan kami berikan,” jelas dia.
Selain salat tarawih dan buka puasa bersama, DKM Masjid Agung Al-Imam Majalengka juga menggelar sejumlah kegiatan lainnya selama bulan Ramadan.
Adapun kegiatan tersebut, di antaranya tadarus Alquran, kuliah subuh, peringatan Nuzulul Quran dan malam Lailatul Qadar hingga pengumpulan zakat fitrah. (Munadi)















































































































Discussion about this post