KOTA CIREBON, (FC).- Banyak tempat bersejarah yang terdapat di Kota Cirebon. Salah satunya Lawang Sanga. Lokasi yang tepat berada di belakang Keraton Kasepuhan, menghadap langsung ke Sungai Kriyan Kelurahan Kasepuhan Kecamatan Lemahwungkuk Kota Cirebon.
Juru Kunci Lawang Sanga atau Pintu Sembilan Suwari menuturkan, Lawang Sanga dibangun oleh Pangeran Wangsa Kerta pada tahun 1677 M.
“Dulu Lawang Sanga ini dibangun dan digunakan sebagai tempat masuk perahu dari berbagai kerajaan, ada yang berasal dari Tiongkok, Persia, Arab dan sebagainya. Mereka membawa upeti lalu diserahkan ke Raja Jawa. Kapal-kapal masuk dari Sungai Kriyan dan berlabuh tepat di depan pintu gerbang utama Lawang Sanga,” ujarnya kepada FC, Kamis (22/4).
Lawang Sanga sendiri memiliki arti sembilan pintu, namun salah satu pintu sudah runtuh, sehingga saat ini jumlahnya tinggal delapan.
“Tadinya luas, akan tetapi pada tahun 1950-an ini terdapat salah satu bangunan yang dinamakan Kutakosot, ini runtuh,” ucapnya.
Hal ini lantaran minimnya biaya perawatan. Dari sisi sebelah kiri, juga nampak gerbang Kutakosot yang sudah mulai runtuh.
Dikatakan Suwari, Lawang Sanga menjadi tempat berziarah masyarakat Cirebon dan sekitarnya. Lawang Sanga sendiri awalnya terkoneksi langsung pada area Keraton Kasepuhan, namun kini sudah dihuni oleh pemukiman penduduk.
Pada bulan Oktober 2014, Lawang Sanga mulai diperbaiki melalui anggaran Revitalisasi Keraton. Namun perbaikan itu baru menyentuh atap saja, mengganti kusen kayu jati yang sudah termakan usia.
Di lain sisi, masyarakat sekitar sendiri setiap tahunnya selalu menggelar Tradisi Barikan yang dilakukan setiap tanggal 10 Muharam.

Pada saat itu, pintu utama Lawang Sanga dibuka dari pukul 17.00 WIB, hingga bada Isya, menggelar tawasul lalu ditutup kembali.
“Masyarakat saat tradisi itu tiba, selalu membuat nasi uduk, kemudian tahlil dan berdoa, tepat di pintu utama Lawang Sanga,” katanya.
Menurutnya, Lawang Sanga juga melambangkan sembilan lubang, yang berada di dalam tubuh manusia.
“Sebenarnya Lawang Sanga ini ada di badan kita sendiri, ini perlambangan saja,” katanya.
Di beberapa daerah, terdapat situs serupa Lawang Sanga. Namun, kata Suwari, hanya di Cirebon yang ada bukti bangunannya.
“Jika manusia ingin ber-ziarah , harus diawali dulu di Pintu Utama atau Lawang Sanga, baru ke tempat-tempat lain,” pungkasnya. (Ridwan/Job/FC)










































































































Discussion about this post