KABUPATEN CIREBON, (FC).- Puluhan warga yang kebanyakan ibu-ibu meluruk Balai Desa Cigobang, Kecamatan Pesaleman, Kabupaten Cirebon. Mereka menuntut agar sekretaris desa (Sekdes) setempat, Sugandi untuk mengundurkan diri atau diberhentikan oleh Kuwu, Rabu (26/8).
Tuntutan tersebut, lantaran sekdes diduga telah menikah siri dengan orang luar desa setempat disaat istri sah nya baru melahirkan anak ketiga. Akibatnya, perbuatan yang dilakukan sekdes dinilai warganya telah mencoreng citra masyarakat Desa Cigobang dan memberikan contoh tidak baik sehingga menimbulkan keresahan dan gejolak di masyarakat.
Menurut istri sah sekdes, Ita Puspita Lestari bahwa perbuatan suaminya selama menjalani kehidupan rumah tangganya sering sekali dibuat sakit hati. Karena suaminya sering ketahuan berselingkuh dengan wanita lain tetapi hal itu disabarinya. Namun kejadian tersebut memuncak ketika bulan Juni lalu dirinya baru melahirkan anak ketiganya tiba-tiba menikahi wanita lain.
“Suami saya menikahi wanita asal Desa Babakangebang, Kecamatan Babakan, Kabupaten Cirebon dan saat itu jarang pulang ke rumah, sebulan kemudian suaminya justru melayangkan surat permohonan cerai,” ucap Ita.
Ita pun merasa terpukul, dan membuat geram keluarga, saudara serta masyarakat setempat terutama kaum ibu sehingga membuat surat dukungan yang ditandatangani ratusan warga agar Sekdes Cigobang segera mengundurkan diri atau diberhentikan.
“Dia sedang menuntut cerai dan sedang dalam proses, sekarang jarang tinggal di sini, sebagai pejabat harusnya jadi panutan, sudah tak baik kalau justru tinggal di istri sirihnya yang berada di luar Desa Cigobang ini,” katanya.















































































































Discussion about this post