KAB. CIREBON, (FC).- Kuwu Desa Tawangsari, Kecamatan Losari, Kabupaten Cirebon, M. Syaerofik, mempertanyakan kualitas karet yang dipasang di Bendungan Karet Tawangsari. Pasalnya belum genap setahun diperbaiki jebol kembali. Ratusan hektar lahan pertanian pun terancam tidak produktif.
“Pelaksana proyek dan Balai Besar Wilayah Sungai Cimanuk-Cisanggarung (BBWSCC) harus mempertanggung jawabkan jebolnya bendungan karet itu,” ucap Kuwu Tawangsari, Senin (3/7).
Menurutnya, sejak puluhan tahun dan turun temurun masyarakat Desa Tawangsari dan sekitarnya sangat bergantung pada Sungai Cisanggarung. Lokasi sungai yang berdekatan dengan muara, maka harus ada pemisah antara air sungai dengan air laut. Salah satu upaya pemerintah adalah dengan membangun bendungan karet.
“Sebagian besar warga disini sangat bergantung pada sungai untuk pengairan sawahnya, ketika ada kebocoran, air laut masuk sehingga mengancam sawah-sawah mereka,” katanya.
Ia menyebutkan, terjadinya kebocoran pada bendungan karet sudah tidak asing dan beberapa kali juga dilakukan perbaikan. Harapan masyarakat, kata dia, untuk dilakukan pergantian dengan menggunakan karet yang memiliki kualitas terbaik agar tidak mudah terjadinya kebocoran dan dikabulkan pada anggaran tahun 2019 lalu.
Konon katanya sudah diganti dengan karet terbaik tetapi kenyataannya belum setahun sudah terjadi kebocoran.
“Kami hanya berharap bendungan karet yang bocor segera diperbaiki dan kembali normal karena bendumgan karet ini sebagai penopang ekonomi sebagian besar masyarakat Desa Tawangsari,” harapnya.
Sementara itu, Pengawas Pelaksana Proyek Penyediaan Air Baku (PAB) BBWSCC, Warcita saat dihubungi melalui sambungan telepon kepada FC mejelaskan, pada pelaksanan pergantian karet Bendungan Tawangsari pihaknya melakukan pengawasan sesuai prosedur.
Begitu pun pengadaan barang sesuai dengan prosedur yang ditentukan maka bisa dilanjutkan.
Saat disinggung kualitas karet di Bendungan Karet Tawangsari, Warcita mengaku bahwa produk tersebut adalah standar Amerika namun hasil buatan Malaysia. Soal mutu dan kualitas karet tidak bisa ditentukan sebelum digunakan, ketika sudah sesuai standar maka bisa digunakan.
Adapun belum setahun sudah bocor, pihaknya akan menuntut pelaksana proyek untuk melakukan perbaikan, karena masih tanggungjawabnya. “Kami akan segera perintahkan untuk secepatnya dilakukan perbaikan, ” tegasnya. (Nawawi)














































































































Discussion about this post