KAB.CIREBON, (FC).- Sebuah rumah milik Casiman di Dusun 2 Blok Krupak RT 001/RW 003, Desa Citemu, Kecamatan Mundu, Kabupaten Cirebon, hangus dilalap api, Senin (15/6) malam. Kebakaran diduga dipicu korsleting listrik yang terjadi di salah satu kamar rumah.
Peristiwa tersebut pertama kali dilaporkan kepada petugas pemadam kebakaran sekitar pukul 20.14 WIB. Menerima laporan itu, Regu 3 Damkar Sektor Pangenan langsung bergerak menuju lokasi dan tiba sekitar 11 menit kemudian.
Kepala Bidang Penyelamatan dan Sarana Prasarana Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Cirebon, Eno Sujana, mengatakan saat petugas tiba, kobaran api sudah membesar dan menguasai sebagian besar bangunan.
“Petugas langsung melakukan pemadaman. Karena lokasi berada di kawasan padat penduduk, kami meminta bantuan armada tambahan untuk mengantisipasi kekurangan pasokan air sekaligus mencegah api merembet ke rumah lainnya,” ujar Eno.
Untuk mempercepat penanganan, Damkar mengerahkan bantuan dari Sektor Lemahabang serta satu armada water supply dari Sektor Sumber. Operasi pemadaman dipimpin langsung Komandan Sektor Lemahabang, Moh. Imron.
Setelah berjibaku memadamkan api, petugas akhirnya berhasil mengendalikan kobaran sekitar pukul 20.59 WIB. Proses kemudian dilanjutkan dengan pendinginan hingga pukul 21.15 WIB guna memastikan tidak ada titik api yang berpotensi memicu kebakaran susulan.
Berdasarkan keterangan pemilik rumah, sumber api diduga berasal dari korsleting listrik di kamar bagian tengah. Percikan api kemudian menyambar kasur sebelum merambat ke bagian atap yang sebagian besar berbahan kayu.
“Karena material bangunan mudah terbakar, api dengan cepat membesar dan menghanguskan isi rumah,” katanya.
Saat kejadian, pemilik rumah diketahui sedang tidak berada di tempat. Warga sekitar sempat berupaya memadamkan api menggunakan peralatan seadanya sebelum petugas pemadam kebakaran tiba di lokasi.
Akibat kebakaran tersebut, sejumlah barang berharga tidak dapat diselamatkan, di antaranya kasur, lemari beserta isinya, serta berbagai perabot rumah tangga lainnya. Bangunan yang terbakar memiliki luas sekitar 8 x 6 meter.
Beruntung tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut. Sementara itu, nilai kerugian materi masih dalam proses pendataan oleh petugas.
Dalam penanganan kebakaran tersebut, Damkar turut dibantu personel Polsek Mundu, Babinsa Koramil Astanajapura, perangkat Desa Citemu, serta petugas pemadam dari Sektor Pangenan, Lemahabang, dan Sumber.
Peristiwa ini kembali menjadi pengingat bagi masyarakat untuk rutin memeriksa instalasi listrik di rumah guna mencegah terjadinya korsleting yang dapat memicu kebakaran. (Johan)












































































































Discussion about this post