KUNINGAN, (FC).- Sebuah rumah milik pasangan Waskim dan Tiah di Dusun Manis II RT 11 RW 3, Desa Mulyajaya, Kecamatan Cimahi, Kabupaten Kuningan, ludes dilalap api, Senin (15/6).
Kebakaran diduga dipicu korsleting listrik dari colokan kipas angin yang berada di kamar depan rumah.
Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, kerugian materi akibat kebakaran ditaksir mencapai Rp95,25 juta.
Kepala UPT Pemadam Kebakaran Kabupaten Kuningan, Andri Arga Kusumah, mengatakan kebakaran pertama kali diketahui oleh seorang warga bernama Gani (74) yang saat itu sedang mengecat genting rumah di sekitar lokasi kejadian.
“Saksi melihat kepulan asap hitam dari rumah korban. Warga kemudian berupaya memadamkan api secara manual sambil menghubungi Call Center Damkar,” ujar Andri.
Mendapat laporan tersebut, UPT Damkar Kabupaten Kuningan segera menerjunkan satu unit mobil pemadam, enam personel Regu 2, serta satu staf tata usaha ke lokasi kejadian.
Namun, saat petugas tiba, kobaran api telah berhasil dipadamkan oleh warga sekitar. Petugas kemudian melakukan pemeriksaan lokasi dan pendataan untuk memastikan kondisi pascakebakaran.
Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, api diduga berasal dari korsleting pada colokan kipas angin yang kemudian menyambar tumpukan buku di dalam kamar depan rumah.
“Api dengan cepat merambat ke kasur, perabotan kamar, hingga bagian atap bangunan,” jelasnya.
Akibat kebakaran tersebut, rumah berukuran sekitar 7 x 5 meter mengalami kerusakan cukup parah. Sejumlah barang berharga turut hangus terbakar, di antaranya dua kasur kapuk, kipas angin, meja rias, lemari pakaian, serta berbagai peralatan dapur.
Dalam proses penanganan di lapangan, petugas Damkar mendapat dukungan dari personel Polsek Cimahi, Koramil Luragung, Satpol PP BKO Kecamatan Cimahi, perangkat Desa Mulyajaya, dan warga setempat.
Andri mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati dalam penggunaan instalasi listrik di rumah.
Ia mengingatkan warga untuk menghindari penggunaan colokan listrik bertumpuk serta memastikan perangkat elektronik yang digunakan memenuhi standar keamanan guna mencegah terjadinya korsleting yang berpotensi memicu kebakaran.
“Keselamatan harus menjadi prioritas. Pastikan instalasi listrik dalam kondisi baik dan gunakan perangkat yang memenuhi standar agar risiko kebakaran dapat diminimalkan,” pungkasnya. (Angga)











































































































Discussion about this post