KAB.CIREBON, (FC).- Tim penilai Kampung Tangguh Narkoba dari Polda Jawa Barat melakukan penilaian di Desa Trusmi Kulon, Kecamatan Plered, Kabupaten Cirebon, Jumat (12/6).
Desa yang dilengkapi sistem pengawasan CCTV selama 24 jam itu dinilai memiliki keterlibatan masyarakat yang kuat dalam upaya pencegahan dan pemberantasan narkoba.
Penilaian dilakukan oleh tim dari Direktorat Reserse Narkoba Polda Jawa Barat dengan meninjau berbagai aspek, mulai dari administrasi, sarana dan prasarana, hingga partisipasi masyarakat dalam mendukung program Kampung Tangguh Narkoba.
Kasubag Min Ops Ditresnarkoba Polda Jawa Barat, AKP Karyana, mengatakan keterlibatan masyarakat menjadi salah satu indikator penting dalam penilaian.
Menurutnya, Desa Trusmi Kulon menunjukkan kolaborasi yang baik antara pemerintah desa, aparat keamanan, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, serta kalangan pendidikan.
“Kami melihat dukungan yang sangat baik dari berbagai elemen masyarakat. Ini menjadi salah satu nilai positif dalam penilaian Kampung Tangguh Narkoba di Desa Trusmi Kulon,” ujarnya.
Ia menjelaskan, program Kampung Tangguh Narkoba yang telah dibentuk sejak 2023 kembali diaktifkan sebagai langkah berkelanjutan untuk menekan penyalahgunaan dan peredaran narkotika di lingkungan masyarakat.
Menurutnya, ancaman narkoba harus dihadapi secara bersama-sama melalui upaya pencegahan, pengawasan, dan edukasi yang melibatkan seluruh elemen masyarakat.
“Narkoba merupakan kejahatan yang harus diberantas. Jika belum bisa dihilangkan sepenuhnya, setidaknya harus diminimalisasi, baik dari sisi pengguna maupun peredarannya,” katanya.
Dalam peninjauan tersebut, tim juga mengecek sejumlah fasilitas pendukung yang dimiliki Kampung Tangguh Narkoba, di antaranya ruang pelayanan masyarakat, sekretariat, kelengkapan administrasi, serta sistem pengawasan berbasis CCTV yang beroperasi selama 24 jam.
“Fasilitas pelayanan masyarakat dan keberadaan CCTV menjadi salah satu sarana pendukung yang turut kami nilai,” jelas AKP Karyana.
Sementara itu, Kuwu Desa Trusmi Kulon, Abdul Tholib, menyambut baik kedatangan tim penilai dari Polda Jawa Barat. Ia mengapresiasi dukungan Satresnarkoba Polresta Cirebon, Koramil, serta seluruh unsur masyarakat yang terlibat dalam program tersebut.
Menurutnya, upaya memerangi narkoba tidak dapat hanya dibebankan kepada aparat penegak hukum, melainkan membutuhkan peran aktif seluruh lapisan masyarakat.
“Pemberantasan narkoba adalah tanggung jawab bersama. Kami berharap masyarakat terus berpartisipasi untuk menjaga Desa Trusmi Kulon tetap aman dan bebas dari penyalahgunaan narkoba,” ujarnya.
Sebagai langkah pencegahan, Pemerintah Desa Trusmi Kulon terus menggencarkan edukasi bahaya narkoba, khususnya kepada kalangan pelajar yang dinilai rentan menjadi sasaran penyalahgunaan narkotika.
Selain itu, pemerintah desa juga mengaktifkan kembali pos keamanan lingkungan (poskamling) serta melibatkan seluruh lembaga desa dalam pengawasan dan upaya pencegahan peredaran narkoba.
“Kami terus mengedukasi masyarakat, mengaktifkan poskamling, dan mengajak seluruh lembaga desa untuk bersama-sama memerangi narkoba,” pungkas Abdul Tholib.
Kasubag Min Ops Ditresnarkoba Polda Jawa Barat, AKP Karyana, saat melakukan penilaian Kampung Tangguh Narkoba di Desa Trusmi Kulon, Kecamatan Plered, Kabupaten Cirebon, Jumat (12/6).
Penilaian meliputi aspek administrasi, fasilitas pendukung, hingga partisipasi masyarakat dalam pencegahan narkoba. (Johan)










































































































Discussion about this post