KOTA CIREBON, (FC).- Pengelolaan Sampah menjadi barang yang lebih produktif terus diupayakan oleh Pemkot Cirebon. Terbaru, ada wacana ‘menyulap’ sampah menjadi briket.
Wacana itu mengemuka seusai Walikota Cirebon, Effendi Edo bersama Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cirebon, Fina Amalia Purantini mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) Penanganan Masalah Persampahan di Jawa Barat yang dipimpin Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, di Ruang Rapat Bale Pakuan Bandung, Senin (11/5).
Dalam keterangannya, Fina menyampaikan, Pemerintah Kota Cirebon siap menindaklanjuti arahan gubernur Jabar terkait optimalisasi pengelolaan sampah di tingkat daerah.
Dalam rakor tersebut, kata Fina, gubernur Jabar meminta pemerintah daerah yang wilayahnya menghasilkan sampah kurang dari 1.000 ton per hari untuk mengadopsi pengelolaan yang sudah diterapkan di Gedung Sate oleh Pemprov Jabar.
“Nantinya, Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan memberikan bantuan satu set mesin pengolah sampah untuk masing-masing daerah,” ujar Fina, Kamis (14/5).
Ia menjelaskan, pemerintah daerah diminta mengusulkan lokasi prioritas yang memiliki persoalan persampahan cukup tinggi, serta berada dekat dengan kawasan perkantoran pemerintah daerah agar pengelolaannya lebih efektif.
Menurut Fina, Pemerintah Kota Cirebon juga akan memaksimalkan peran Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) dalam mendukung pengelolaan sampah berbasis masyarakat. Bahkan, rencana optimalisasi pengolahan sampah menjadi briket sudah mulai disiapkan.
“Di wilayah Kecamatan Kejaksaan sudah tersedia bangunannya, sehingga nantinya tinggal dioptimalkan untuk pengolahan sampah menjadi briket,” tuturnya.
Sementara itu, Gubernur Jabar Dedi Mulyadi menegaskan, penanganan sampah harus mulai difokuskan dari hulu. Menurutnya, penguatan sistem pemilahan sampah sejak tingkat rumah tangga hingga kecamatan menjadi langkah penting untuk mengurangi beban sampah yang masuk ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA).
“Kita harus mulai membangun pola pengelolaan sampah dari sumbernya. Pemilahan sampah di rumah tangga, desa, hingga kecamatan harus diperkuat supaya volume sampah yang masuk ke TPA bisa ditekan,” ujarnya.
Selain mendorong kolaborasi antarwilayah, Pemprov Jabar juga akan memperkuat dukungan sarana pengelolaan sampah bagi daerah dengan produksi sampah di bawah 1.000 ton per hari. Dukungan tersebut berupa bantuan mesin pengolah sampah. (Agus)















































































































Discussion about this post