KAB.CIREBON, (FC).- Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Lakpesdam) PCNU Kabupaten Cirebon resmi meluncurkan program Madrasah Organisasi pada Jumat (17/4) malam melalui pertemuan virtual.
Program tersebut diinisiasi sebagai upaya memperkuat kapasitas ideologi, tata kelola organisasi, serta menjaga militansi kader Nahdlatul Ulama (NU) di tengah dinamika ruang publik dan tantangan memasuki abad kedua NU.
Ketua Lakpesdam PCNU Kabupaten Cirebon, Rosidin, mengatakan Madrasah Organisasi dirancang untuk memelihara pengetahuan kader setelah mengikuti pelatihan formal seperti Pendidikan Dasar Pendidikan Kader Penggerak Nahdlatul Ulama (PDPKNU).
“Kegiatan ini bagian dari cara memelihara pengetahuan agar tidak berhenti. Kami ingin menciptakan budaya perdebatan yang masuk pada materi kekhasan NU, baik secara tertib administrasi maupun tertib pikiran NU,” ujarnya.
Ia menjelaskan, program tersebut akan dilaksanakan secara berkelanjutan setiap bulan, tepatnya pada Jumat minggu ketiga pukul 19.30 WIB.
Pada tahap awal, Lakpesdam menyiapkan kurikulum tujuh hingga delapan pertemuan yang membahas materi fundamental, mulai dari Qonun Asasi, sistem kaderisasi, tata kelola organisasi, legalitas struktur, hingga mekanisme musyawarah.
Ketua Tanfidziyah PCNU Kabupaten Cirebon, KH Aziz Hakim Syaerozi, mengapresiasi peluncuran program tersebut. Menurutnya, seluruh pengurus, baik tingkat cabang maupun MWC, harus memahami aturan organisasi yang tertuang dalam AD/ART.
“Pengurus harus mampu beradaptasi cepat dengan teknologi dan dinamika zaman. Jika tidak, organisasi akan tertinggal,” tegasnya.
Ia berharap Madrasah Organisasi dapat menjaga semangat lebih dari 1.200 kader PDPKNU yang tersebar di 40 kecamatan di Kabupaten Cirebon.
Dukungan serupa disampaikan Rois Syuriah PCNU Kabupaten Cirebon, KH Wawan Arwani. Menurutnya, penguatan organisasi menjadi langkah penting menuju NU yang modern di abad kedua.
“Saya apresiasi Lakpesdam atas inisiasi ini. Semoga diberikan kemudahan dalam berkhidmat,” tuturnya.
Dalam sesi diskusi, peserta juga mengusulkan agar kegiatan tersebut disertai sertifikat serta melibatkan aktif pengurus MWC dan ranting secara istiqamah.
Lakpesdam menegaskan meski digelar secara daring karena keterbatasan sumber daya, kualitas materi tetap dijaga, termasuk penyediaan bahan bacaan dan referensi bagi peserta.
Kajian perdana Madrasah Organisasi dijadwalkan berlangsung pada 22 Mei 2026 pukul 19.30 hingga 21.00 WIB dan selanjutnya digelar rutin setiap bulan pada pekan ketiga. (Ghofar)









































































































Discussion about this post