KAB.CIREBON, (FC).- Warga Desa Suranenggala, Kecamatan Suranenggala, Kabupaten Cirebon, menggelar tradisi Mapag Sri menjelang panen raya, Sabtu (11/4).
Tradisi tahunan ini menjadi bentuk ungkapan syukur masyarakat atas hasil pertanian sekaligus upaya melestarikan budaya leluhur.
Kegiatan dilaksanakan di area persawahan dengan latar hamparan padi yang mulai menguning. Warga dari berbagai kalangan turut terlibat dalam rangkaian prosesi yang berlangsung khidmat.
Kuwu Desa Suranenggala, Rasidin, mengatakan Mapag Sri memiliki makna mendalam bagi masyarakat setempat.
“Ini bukan sekadar seremoni, tetapi bentuk penghormatan kepada alam dan rasa syukur kepada Tuhan atas hasil panen,” ujarnya.
Prosesi diawali dengan pengambilan padi secara simbolis oleh tokoh adat dan perwakilan warga. Padi tersebut kemudian dibawa ke balai desa sebagai simbol kesiapan panen.
Kegiatan dilanjutkan dengan doa bersama yang diikuti masyarakat. Dalam doa tersebut, warga memohon kelancaran panen serta terhindar dari gangguan hama dan cuaca buruk.
Selain prosesi adat, kegiatan juga diramaikan hiburan rakyat. Pada malam harinya digelar pertunjukan wayang kulit yang menarik antusiasme warga.
Rasidin menambahkan, tradisi Mapag Sri tidak hanya mengandung nilai spiritual, tetapi juga mempererat hubungan sosial antarwarga.
Pemerintah desa berharap tradisi tersebut dapat terus dilestarikan oleh generasi muda agar nilai gotong royong dan kearifan lokal tetap terjaga.
“Harapannya, hasil panen tahun ini maksimal dan meningkatkan kesejahteraan petani,” katanya. (Johan)













































































































Discussion about this post