KOTA CIREBON, (FC).- Pimpinan dan anggota DPRD Kota Cirebon menghadiri Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD Kota Cirebon Tahun 2027 yang digelar di Ruang Gotrasawala Bappelitbangda Kota Cirebon, Rabu (8/4).
Hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Ketua I dan II DPRD Kota Cirebon bersama para Ketua Komisi I, II, dan III. Forum ini menjadi bagian penting dalam menentukan arah kebijakan pembangunan daerah untuk tahun mendatang.
Wakil Ketua I DPRD Kota Cirebon, Harry Saputra Gani dalam sambutannya menegaskan Musrenbang bukan sekadar agenda rutin tahunan, melainkan forum strategis dalam merumuskan masa depan pembangunan Kota Cirebon.
Menurutnya, melalui Musrenbang, pemerintah dan pemangku kepentingan dapat menetapkan prioritas pembangunan yang terukur dan berdampak langsung bagi masyarakat.
“Musrenbang ini bukan hanya kegiatan seremonial, tetapi menjadi momentum penting untuk memastikan setiap kebijakan yang dihasilkan benar-benar bermakna, terukur, dan mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan, seluruh proses perencanaan pembangunan harus bermuara pada peningkatan kualitas hidup warga. Masyarakat, kata dia, menantikan hasil nyata dari setiap program yang dijalankan pemerintah daerah, bukan sekadar janji.
Dalam kesempatan tersebut, DPRD juga memberikan apresiasi kepada Wali Kota Cirebon Effendi Edo dan Wakil Wali Kota Siti Farida atas capaian kinerja di tahun kedua kepemimpinan mereka.
Harry menilai, berbagai program prioritas yang dijalankan mulai menunjukkan arah pembangunan yang jelas, sejalan dengan visi “Setara Berkelanjutan” yang mencakup aspek sejahtera, tertata, aspiratif, religius, aman, dan berkelanjutan.
Ia juga menyinggung pentingnya periode 2025–2029 sebagai fase fondasi pembangunan daerah, sebagaimana tertuang dalam RPJPD Kota Cirebon 2025–2045. Pada fase ini, penguatan tata kelola pemerintahan, kualitas sumber daya manusia, hingga infrastruktur dasar harus dibangun secara kokoh.
“Capaian Kota Cirebon yang berhasil meraih peringkat unggul dalam Indeks Kualitas Kebijakan dari LAN RI serta mempertahankan Universal Health Coverage menjadi bukti nyata kinerja pemerintah daerah,” ungkapnya.
DPRD, lanjut Harry, akan terus menjalankan fungsi pengawasan secara objektif dan konstruktif untuk memastikan seluruh program berjalan sesuai target dan memberikan manfaat optimal bagi masyarakat.
Adapun sejumlah program prioritas tahun 2026 yang menjadi perhatian meliputi percepatan pembangunan infrastruktur, peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan, penanganan kawasan kumuh dan rumah tidak layak huni, hingga pengelolaan sampah.
Menghadapi tahun 2027, DPRD mengingatkan pentingnya kesiapan seluruh pihak dalam memasuki fase akselerasi pertumbuhan ekonomi inklusif, sebagaimana tertuang dalam RPJMD. Pada fase ini, pembangunan diarahkan untuk menciptakan nilai tambah ekonomi yang merata.
Selain itu, adanya ketentuan dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2022 tentang hubungan keuangan pusat dan daerah juga menjadi tantangan tersendiri dalam pengelolaan APBD, khususnya terkait proporsi belanja pegawai, infrastruktur, dan pelayanan publik.
Harry berharap seluruh usulan tersebut dapat diselaraskan dengan program pemerintah daerah agar tidak terjadi tumpang tindih, serta mampu mendukung terwujudnya pembangunan Kota Cirebon yang efektif, terukur, dan berkeadilan.
“Melalui Musrenbang RKPD 2027 ini, DPRD mengajak seluruh elemen untuk terus memperkuat sinergi antara legislatif dan eksekutif, demi menghadirkan pembangunan yang berkelanjutan dan berpihak pada kepentingan masyarakat,” pungkasnya. (Agus)











































































































Discussion about this post