KAB. CIREBON, (FC).- Foto tangkapan layar google maps pembalakan liar di Kecamatan Sumber viral di media sosial.
Warga menuding penggundulan lahan di Kecamatan Sumber itu adalah salah satu biang kerok banjir yang melanda Kecamatan Sumber dan Plumbon pada 23 Desember kemarin.
Akun Facebook atas nama Mahfud Arif dalam cuitannnya menuliskan, Lapor Bapa aing Kang Dedi Mulyadi Imam Jazuli #BupatiCirebon Kementerian Kehutanan. Dalam narasinya Mahfud Arif menyebut Dugaan Kuat Lokasi Perambahan Hutan yang menjadi Penyebab Banjir Area Cirebon Barat.
“Mohon untuk segera ditindak sudah tiga hari ini banjir terus.. laporan terakhir 26 Desember 2025 meliputi Kecamatan Sumber, Kecamatan Plumbon, Kecamatan Depok, Kecamatan Jamblang dan Kecamatan Plered,” tulis dalam akun tersebut.
Dari foto google maps terlihat di Kecamatan Sumber tersebut lahan hijau sudah sangat berkurang, seiring semakin banyaknya pembangunan perumahan-perumahan di area paru-paru Kabupaten Cirebon.
“Kami warga Sumber hanya bisa mengelus dada. Kami tahu banjir kemarin akan terus terulang karena lahan hijau sebagai resapan air, sudah dirusak. Kami yakin, tidak akan ada solusi karena ini sudah terjadi,” ungkap warga yang bernama Tono, Minggu (28/12).
Warga lainnya, Hendro mengaku miris dengan banjir besar yang menerjang lingkungan Perkantoran Pemkab Cirebon pada Selasa (23/12) kemarin.
Dari pemberitaan sebelum banjir, dia menduga bahwa lokasi perumaha City Land yang merupakan sabuk hijau, tidak terbantahkan.
Buktinya, daerah resapan air tersebut tidak menahan air saat hujan deras beberapa waktu lalu.
“Pemberitaan di media itu tidak terbantahkan lokasi perumahan City Land adalah resapan air yang selama ini menjadi penyelamat Kecamatan Sumber minimal di sekitar pusat pemerintahan Kabupaten Cirebon. Tapi karena lahannya sekarang dibabat habis, ya akibatnya banjir besar datang,” ungkapnya.
Sebelumnya, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cirebon menyebut banjir di sejumlah wilayah di Kabupaten Cirebon disebabkan oleh intensitas hujan yang tinggi, membuat sungai-sungai yang melintasi wilayah Kabupaten Cirebon meluap.
Sekretaris BPBD Kabupaten Cirebon, Samsul Huda saat dikonfirmasi mengatakan, banjir saat ini masih disebabkan oleh intensitas hujan yang tinggi.
“Banjir karena intensitas hujan yang tinggi kang,” kata Samsul Huda, Selasa (23/12) malam.
Menurutnya, selain intensitas hujan yang tinggi ia menduga akibat penggundulan bukit di area hulu, sehingga debit air langsung mencari titik terendah.
“Area Perkantoran Sumber sebelumnya tidak seperti ini. Saya menduga bukitnya sudah menggundul, sehingga tidak ada resapan lagi,” kata Samsul.
Namun, masih kata Samsul, saat ini pihaknya belum dapat memastikan wilayah Sumber diterjang banjir karena apa. “Bisa karena bukit yang gundul, bisa juga ada tanggul yang jebol. Tunggu rilis berikutnya ya,” imbuhnya.
Saat ini pihaknya bersama petugas gabungan dari Brimob tengah konsentrasi di Kecamatan Plumbon, tepatnya di Desa Kedungsana dan Karangasem.
Pasalnya di dua desa ini adalah yang terparah saat ini. “Ketinggian air di dua desa itu mulai dari 100-150 sentimeter,” jelasnya.
Banjir di dua desa ini, masih kata Samsul, disebabkan tanggul Sungai Soka yang masih jebol dan belum diperbaiki oleh BBWS, sehingga air dengan begitu cepat masuk dan merendam pemukiman warga. “Kita lagi siaga di sini. Kita tengah berjibaku di sini,” paparnya.
“Banjir di Tengahtani sih karena limpasan air dari Sungai Cipager. Kalau intensitas hujannya sudah reda, biasanya genangan air juga ikut surut,” tandasnya. (Ghofar)














































































































Discussion about this post