KOTA CIREBON, (FC).- Pada akhir Bulan Desember 2025 ini, Kota dan Kabupaten Cirebon dilanda banjir yang cukup parah.
Diduga penyebabnya adalah alih fungsi hutan dibagian hulu, maupun lahan terbuka menjadi perumahan dan fungsi lainnya.
Selain itu dibagian hilir, terjadi pendangkalan atau sedimentasi sungai di Kota Cirebon. Adapula bangunan yang berdiri di atas sungai, juga banyaknya sampah. Hal ini membuat arus sungai terhambat dan menimbulkan banjir.
Gencarnya pemberitaan banjir di Cirebon, baik di media social (medsos) maupun media online ini rupanya sudah sampai ke telinga orang nomor satu di Jawa Barat.
Dalam video yang diunggah akun Lembur Pakuan, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM), tanpa pengawalan, protokoler dan acara seremonial, melakukan inspeksi mendadak (sidak) sungai di Kota Cirebon, Sabtu (27/12).
Pertama Sungai Cikenis dan Kalipacit di dekat Situs Kalijaga Monyet, Kecamatan Harjamukti. KDM yang hanya bersandal jepit dengan kaos dan celana putih, langsung menelusuri aliran sungai tersebut.
Sungai yang sudah beberapa kali dilakukan pembersihan dan pengerukan, namun tetap saja banjir bila intensitas curah hujan tinggi.
“Nanti saya cek, penyempitan dan pendangkalan sungai ini tanggung jawabnya Balai Besar Wilayah Sungai Cimanuk-Cisanggarung (BBWSCC) atau Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA),” ucapnya.
Kedua, Sungai Cikalong di Kelurahan Larangan, Kecamatan Harjamukti, KDM mendapatkan penjelasan oleh warga terkait menyempitnya aliran sungai. Padahal sungai yang bermuara di Laut Kejawanan tersebut pernah juga dilakukan pengerukan sebelumnya.
KDM juga menunjuk adanya water barrier dan plang kerusakan jalan dan jembatan sungai tersebut.
“Nanti saya telpon wali kotanya,” ucap KDM .
Menurut KDM tanah di sisi Sungai Cikalong bisa dipinggirkan lagi untuk memperlebar dan mengurangi beban sungai.
Pasalnya, KDM melihat sendiri sungai tersebut sudah terjadi penyempitan.
Menurut warga yang mendampingi KDM, bila hujan ketinggian air mencapai jembatan. Banjirnya sampai ke Perumahan Banjarwangunan, karena posisinya berada lebih rendah dari sungai.
“Dulunya perumahan tersebut adalah lahan tebu dan sawah,” kata warga tersebut. KDM menyimpulkan, lahan yang awalnya merupakan kebun tebu dan persawahan, kemudian sungainya menyempit dan dangkal, bagian atas (hulu) sudah menjadi gundul (ditebangi hutannya).
“Maka lengkaplah sudah (terjadi banjir) dan kita sudah mengerti permasalahannya,” ungkap KDM, sembari menyapa warga yang melintas.
Ketiga, KDM sidak Sungai Suba di Kelurahan/Kecamatan Harjamukti, KDM mendapati ada bangunan yang berdiri di sebuah aliran air yang menuju sungai tersebut.
KDM menyoroti adanya sejumlah bangunan yang berdiri di pinggir Sungai Suba.
“Berarti ini bangunan liar ini,” pungkas KDM yang menggunakan kaos putih bertuliskan “Thanks God for Good Karma”.
Camat Harjamukti Kota Cirebon, Raden Yuki Maulana Hidayat, membenarkan adanya kunjungan mendadak tersebut. (Agus Rahmat/FC)














































































































Discussion about this post