KAB. CIREBON, (FC).- Bupati Cirebon, H Imron didampingi sejumlah kepala perangkat daerah menerima audiensi dari perwakilan mahasiswa di ruang Paseban, Sekretariat Daerah (Setda), Kabupaten Cirebon, Selasa (10/6).
Menurut Imron, audiensi ini merupakan tindaklanjut dari aspirasi para mahasiswa yang dilakukan pada 2 Juni lalu. Di mana, puluhan mahasiswa yang tergabung dalam GMNI, PMII, dan BEM UMC ini ingin mengetahui program 100 hari yang dicanangkan Bupati Imron. “Audiensi ini tindaklanjut dari tanggal 2 Juni, mereka ingin mengetahui 100 hari kerja saya dan programnya berjalan tidak,” kata Imron.
Untuk bisa menjelaskan secara detail program 100 hari kerja tersebut, Imron pun membawa serta para kepala perangkat daerah terkait, untuk bisa menjelaskannya kepada para mahasiswa tersebut. “Sebagai bupati saya tahunya secara global, tapi mahasiswa inginnya secara detail, maka kami undang para pejabat yang bersangkutan agar lebih enak,” kata Imron.
Selain itu, padatnya agenda juga membuat dirinya tidak bisa mengikuti audiensi dengan para mahasiswa dalam waktu yang lama. Terlebih, pelaksanaan audiensi juga molor sekitar satu jam dari jadwal yang sudah ditetapkan yakni pukul 12.30 WIB.
Dalam waktu yang sudah ditentukan tersebut, ternyata para mahasiswa tidak bisa datang tepat waktu. “Tapi tidak diduga, tadinya saya memang janji hari ini pukul 12.30, tapi mahasiswa tadi belum datang, jadi audiensi baru saya mulai pukul 13.30 WIB. Sementara saya ada rapat paripurna,” kata Imron.
Kendati hanya diikuti oleh para kepala perangkat daerah, namun Imron memastikan para kepala perangkat daerah yang hadir dapat menjelaskannya secara detail program tersebut lengkap dengan sejumlah permasalahan dan kendala yang dihadapi.
Imron pun mengaku sudah menginstruksikan kepada para kepala perangkat daerah tersebut untuk menindaklanjutinya jika ada usulan dari para mahasiswa tersebut. Ia juga menginstruksikan kepada para kepala perangkat daerah menjelaskan semua jenis permasalahan dari setiap item di dalam program 100 hari kerja bupati ini.
“Misal soal sampah, kalau ada permasalahannya ya dikemukakan bagaimana kesadaran masyarakatnya, bagaimana prosesnya. Jadi masyarakat melalui mahasiswa ini akan tahu duduk permasalahannya, kalau ada permasalahan yang belum tuntas pun harus dijelaskan,” tandasnya.
Karena, kata Imron, dirinya ingin membangun Kabupaten Cirebon secara transparan dan diketahui oleh mahasiswa. Ia menegaskan, sehebat apapun program yang diluncurkan Pemkab Cirebon, kalau masyarakatnya tidak merespon, maka program akan sulit berjalan. “Misalnya soal sampah, di beberapa desa ada yang enggak jalan karena masyarakatnya tidak disiplin buang sampah,” paparnya.
Untuk diketahui, dalam audiensi tersebut BEM UMC, Abdullah Gimnastiar menyoroti beberapa persoalan dari mulai APBD yang porsinya lebih banyak untuk gaji pegawai, besaran anggaran hibah dan BTT yang nilainya hampir sama dengan anggaran infrastruktur hingga soal kuota rawat jalan yang dibatasi. (Ghofar)
















































































































Discussion about this post